Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Gedor Tingkat Baca Anak, Pemkab Luncurkan Kampung Literasi, Lakukan Gerakan 'Sak Minggu Sak Buku',

Riyan Fadli • Rabu, 8 April 2026 | 08:47 WIB
KAMPUNG LITERASI : Bupati Batang M Faiz Kurniawan meresmikan Kampung Literasi Proyonanggan Selatan sekaligus meluncurkan gerakan "Sak Minggu Sak Buku" (Satu Minggu Satu Buku), Selasa 7 April 2026. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
KAMPUNG LITERASI : Bupati Batang M Faiz Kurniawan meresmikan Kampung Literasi Proyonanggan Selatan sekaligus meluncurkan gerakan "Sak Minggu Sak Buku" (Satu Minggu Satu Buku), Selasa 7 April 2026. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Membaca tak lagi sekadar hobi, melainkan investasi besar untuk masa depan generasi penerus. 

Mengusung semangat inilah, Pemkab Batang resmi meresmikan Kampung Literasi Proyonanggan Selatan sekaligus meluncurkan gerakan "Sak Minggu Sak Buku" (Satu Minggu Satu Buku), Selasa 7 April 2026.

Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri jajaran pemerintah daerah, pegiat literasi, hingga para orang tua.

Gerakan ini dibidik khusus untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini, dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP di wilayah Kabupaten Batang.

Bunda Literasi Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan menekankan, tokoh-tokoh sukses dunia seperti Bill Gates dan Warren Buffett adalah pembaca yang rakus.

Bill Gates muda sanggup membaca hingga 10 jam sehari. Menurutnya, membaca memiliki fungsi krusial yang setara dengan olahraga fisik.

“Membaca itu adalah olahraga untuk otak kita. Sudah ada penelitiannya, kalau kita ingin perkembangan kognitif anak bagus dan performa akademiknya tinggi, kuncinya adalah kebiasaan membaca,” jelasnya.

Untuk menerapkan gerakan “Sak Minggu Sak Buku”, Faelasufa membagikan tips praktis bagi orang tua.

Anak tidak dituntut membaca buku berat; buku bergambar pun cukup asalkan rutin setiap minggu.

“Kalau anaknya belum bisa baca, orang tuanya yang membacakan sebelum tidur. Setelah itu, minta anak menggambar ekspresi mereka apakah senang atau sedih setelah mendengar cerita itu. Hal simpel ini jika dilakukan tiap minggu akan membentuk karakter cinta buku,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan turut memberikan gebrakan. Ia menantang setiap kecamatan berlomba-lomba menghidupkan ekosistem literasi. Tak main-main, Pemkab Batang telah menyiapkan stimulus dana ratusan juta rupiah.

“Kecamatan mana yang Kampung Literasinya paling banyak, tolong dikasih apresiasi Rp250 juta di akhir tahun nanti. Saya ingin gerakan ini diimplementasikan di semua sekolah di wilayah Kabupaten Batang,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, bupati menginstruksikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Target utamanya adalah setiap siswa di Batang wajib meminjam satu buku setiap minggu, lalu mengembalikannya pada hari Senin lengkap dengan ulasan.

Mengenai tantangan ketersediaan bahan bacaan, langkah cepat langsung diambil.

“Saat ini, terdapat sekitar 88.000 murid di tingkat TK hingga SMP di Batang, sementara koleksi buku yang tersedia baru mencapai sekitar 24.000 eksemplar. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Bupati meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap koleksi buku di perpustakaan daerah maupun sekolah,” ujar dia.

Jika pemetaan menunjukkan kuota masih kurang, Pemkab siap membuka keran donasi buku dari masyarakat umum atau mengalokasikan anggaran khusus.

Bupati Faiz mengingatkan, tantangan dunia kerja di masa depan sangatlah dinamis. Diprediksi, 65 persen jenis pekerjaan yang akan digeluti anak-anak SD saat ini adalah profesi yang bahkan belum tercipta hari ini. Oleh karena itu, keteladanan orang tua di rumah menjadi kunci utama keberhasilan literasi.

“Bagaimana kita bisa menuntut anak rajin membaca, kalau orang tuanya setiap malam hanya asyik main TikTok di depan mereka? Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri sebagai orang tua,” pungkasnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, acara peresmian Kampung Literasi ini juga diwarnai dengan pemberian penghargaan.

Apresiasi diberikan kepada Nayla, anak yang piawai membaca cerita, serta Kurnia, seorang ASN yang juga guru SMP karena dinilai berhasil menuntaskan tantangan membaca buku. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Literasi Warga #tingkatkan minat baca #pemkab Batang #Bunda Literasi