Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tari Babalu dan 10 Ribu Liter Minyak Jelantah Pecahkan Rekor MURI pada Perayaan HUT ke-60 Kabupaten Batang

Riyan Fadli • Jumat, 10 April 2026 | 15:22 WIB
MENARI SERU : Anak-anak terlihat antusias saat menari Babalu untuk pemecahan rekor MURI. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
MENARI SERU : Anak-anak terlihat antusias saat menari Babalu untuk pemecahan rekor MURI. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kabupaten Batang diwarnai pemecahan dua rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam sehari, Jumat 10 April 2026. 

Perwakilan MURI, Sri Widayanti, menyerahkan langsung piagam penghargaan di Lapangan Dracik Kampus Batang.

Batang tercatat telah berkali-kali mencatatkan namanya di MURI sejak 2005.

Rekor kali ini memadukan pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan. Yaitu pagelaran tari Babalu terbanyak yang melibatkan 1.000 penari. Serta pengumpulan minyak jelantah terbanyak oleh ASN yang berhasil mengumpulkan 10.000 liter.

"Hari ini MURI kembali hadir di Kabupaten Batang untuk memberikan apresiasi sekaligus melakukan pencatatan sejarah rekor MURI yang baru saja kita saksikan bersama. Tari Babalu hari ini mengukir sejarah baru di Museum Rekor Dunia Indonesia," kata Sri Widayanti.

Ia juga mengapresiasi inovasi ASN Pemkab Batang dalam menjaga lingkungan.

ASN Kabupaten Batang juga memecahkan rekor di bidang lingkungan, yaitu pengumpulan minyak jelantah terbanyak yang nantinya akan didaur ulang. 

“Ini bentuk keberhasilan mengelola limbah menjadi sumber ekonomi sirkular," tambahnya.

Atas instruksi Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, Tari Babalu dikukuhkan sebagai rekor dunia. Piagam diserahkan kepada Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, bangga atas pemecahan rekor yang menjadi bukti kekompakan warga, ASN, dan pelajar ini.

PECAHKAN REKOR MURI : Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama jajarannya saat menari bersama untuk pemecahan rekor MURI. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
PECAHKAN REKOR MURI : Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama jajarannya saat menari bersama untuk pemecahan rekor MURI. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

"Ini bukan langkah kecil, ini adalah langkah besar! Saya bisa melihat semangat dari adik-adik semuanya yang menari Babalu pagi hari ini," seru Faiz di hadapan peserta.

Sebagai apresiasi, Bupati Faiz menjanjikan hadiah bagi para pelajar yang berpartisipasi.

"Saya ingin memberikan hadiah khususnya buat adik-adik. tolong para gurunya dicatat nama-namanya, nanti saya kasih hadiah es krim semuanya! Ini adalah kado terindah untuk HUT Kabupaten Batang ke-60," pungkasnya yang disambut sorak sorai.

Melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, limbah dapur yang biasa mencemari lingkungan kini menjadi sumber ekonomi.

Dalam delapan bulan, omzet dari minyak jelantah mencapai Rp 63 juta.

Pencapaian rekor 10.000 liter minyak jelantah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memanfaatkannya sebagai bahan bakar pesawat ramah lingkungan (bioavtur).

Ketua TP PKK Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, menceritakan upaya timnya mengubah pola pikir masyarakat.

“Awalnya program ini hanya bergerak di skala kecil dengan bergerak dari rumah ke rumah, warung ke warung, dan gerobak makanan ke gerobak makanan untuk mengedukasi tentang bahaya minyak jelantah bagi lingkungan,” kenang Faelasufa.

Sistemnya, PKK Batang membeli minyak jelantah dari warga seharga Rp7.000 per liter. Limbah tersebut disalurkan ke penyedia jasa untuk diolah.

“Nantinya oleh supplier akan digunakan untuk bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan pengganti avtur,” jelas Faelasufa.

PKK Batang kini menggandeng mitra seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Perusahaan Daerah (Perusda).

Sesuai pemetaan Ketua Pokja Dinas LHK Provinsi Jateng, Setyo Prabowo, satu titik SPPG bisa menghasilkan 50-60 liter minyak jelantah per hari.

Bagi Faelasufa, gerakan ini merupakan wujud nyata ekonomi sirkuler. Misalkan, SPPG yang minyak jelantahnya dibuang itu kan akan terputus.

"Tapi jika minyak jelantahnya dijual dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar pesawat, maka itu merupakan salah satu contoh ekonomi sirkuler yang positif," katanya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#HUT 60 Kabupaten Batang #Tari Babalu #rekor muri #minyak jelantah #pemkab Batang