Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Rel Kereta Api Batang, Tertekan Dituntut Menikah

Riyan Fadli • Rabu, 15 April 2026 | 20:33 WIB
Kapolres Batang, AKBP Veronica (DOK. POLRES BATANG)
Kapolres Batang, AKBP Veronica (DOK. POLRES BATANG)

METROPEKALONGAN.COM, Batang — Aksi sigap dan heroik jajaran Polsek Batang Kota dalam menyelamatkan nyawa seorang perempuan dari lintasan rel kereta api (KA) berbuah manis.

Tindakan penyelamatan yang dramatis ini mendapatkan apresiasi langsung dari Kapolres Batang, AKBP Veronica.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi pada Senin 13 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di perlintasan rel KA kawasan Kasepuhan, Kecamatan Batang.

Seorang perempuan nekat hendak mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakkan diri ke arah kereta api yang hendak melintas.

Kapolres Batang, AKBP Veronica, menyampaikan rasa bangganya atas respons kilat yang ditunjukkan oleh personelnya di lapangan.

“Ini bentuk kepedulian dan kepekaan anggota di lapangan. Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan sehingga potensi korban jiwa dapat dicegah,” ujar Veronica, Rabu 15 April 2026.

Insiden ini bermula saat petugas piket di Mapolsek Batang Kota menerima laporan darurat dari petugas penjaga palang pintu KA di depan GOR Batang.

Laporan menyebutkan adanya sepasang pria dan wanita yang tengah terlibat cekcok hebat tepat di tengah perlintasan baja tersebut.

Tak mau kecolongan, petugas kepolisian langsung meluncur cepat ke lokasi kejadian (TKP).

Setibanya di sana, anggota langsung mengevakuasi sang perempuan dari area maut tersebut sesaat sebelum rangkaian kereta api melintas.

“Petugas segera mengamankan perempuan tersebut dan membawanya ke Mapolsek Batang Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui perempuan nekat tersebut berinisial WNS, 28, seorang buruh asal Pekalongan Barat.

Sementara sang pria berinisial RJS, warga Kecamatan Batang. Keduanya adalah sepasang kekasih yang tengah dirundung prahara asmara.

Usut punya usut, WNS tertekan dan depresi lantaran desakan dari pihak keluarga yang menuntut agar hubungan mereka segera diresmikan ke jenjang pernikahan.

Di sisi lain, kondisi ekonomi RJS dinilai belum mumpuni untuk memenuhi tuntutan menggelar hajatan.

Tekanan inilah yang memicu kondisi psikologis WNS menjadi labil hingga gelap mata mengambil tindakan berbahaya.

Setelah berhasil diamankan, jajaran Polres Batang memberikan pendampingan psikologis serta pembinaan kepada kedua belah pihak.

Polisi juga memanggil pihak keluarga untuk memberikan edukasi dan dukungan moral agar insiden serupa tak kembali terulang.

Kapolres Batang menegaskan betapa krusialnya peran support system dari keluarga dan lingkungan dalam menjaga kesehatan mental seseorang.

“Jika ada keluarga atau kerabat yang menunjukkan tanda-tanda depresi, segera berikan perhatian dan bantuan. Jangan sampai terlambat,” tegasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#lintasan KA #rel KAI #dituntut menikah #Kabupaten Batang