METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menunjukkan progres yang masif.
Beragam mega proyek strategis kini tengah dikebut, mulai dari persiapan dry port (pelabuhan darat), kawasan hunian terpadu, hingga destinasi wisata terintegrasi.
Direktur Utama KITB, Ngurah Wirawan mengungkapkan, fasilitas asrama pekerja ditargetkan mulai dapat difungsikan pada bulan depan.
“Rencananya akan diresmikan oleh Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang sebelumnya telah melakukan peletakan batu pertama dua tahun lalu,” katanya.
Selain hunian, pihaknya sedang mematangkan persiapan peletakan batu pertama untuk pembangunan dry port.
Proyek vital penunjang logistik kawasan ini akan digarap lewat kolaborasi strategis bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pelindo.
Ngurah menjelaskan, dry port tersebut nantinya akan terintegrasi langsung dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di lahan seluas kurang lebih 50 hektar.
Kawasan ini disiapkan bukan hanya untuk urusan operasional pabrik, tetapi juga sebagai kota mandiri yang nyaman dihuni.
“Batang bukan sekadar kawasan industri, tetapi kami rancang sebagai kota yang lengkap, tempat orang bisa tinggal dan beraktivitas. Sejalan dengan itu, pemerintah juga merencanakan pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut, termasuk pembangunan lapangan golf 27 lubang yang ditargetkan dapat beroperasi dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” jelasnya.
Inovasi KITB tak berhenti di daratan. Pengembangan waterfront city di pesisir pantai juga tengah dikaji secara matang.
Proyek ini mencakup pembuatan pulau reklamasi yang berfungsi sebagai pelindung pelabuhan dari gelombang laut, sebagai alternatif yang lebih inovatif dari breakwater konvensional.
“Kami sedang mengajukan izin untuk proyek reklamasi guna membangun dua pulau baru sebagai pelindung pelabuhan di masa depan,” tegasnya.
Dari sisi investasi komersial, tren kawasan KEK Industropolis Batang terus menanjak tajam. Hingga akhir tahun lalu, 39 Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) telah resmi diteken.
Saat ini, 12 pabrik telah aktif beroperasi, sementara sekitar 20 pabrik lainnya masih dalam tahap konstruksi.
“Kami memperkirakan kawasan ini dapat membuka sekitar 3.000 hingga 4.000 lapangan kerja baru setiap tahunnya. Pengembangan kawasan juga telah memasuki fase kedua, sekitar 200 hektar lahan industri telah terjual,” terangnya.
Ke depan, zona barat KITB akan disulap menjadi kawasan komersial dan pariwisata kelas atas.
Berbagai fasilitas penunjang seperti hotel, pusat perbelanjaan, bioskop, theme park, lapangan golf, hingga arena pacuan kuda siap melengkapi ekosistem raksasa tersebut.
“Melalui pengembangan terpadu ini, KEK Industropolis Batang diharapkan tidak hanya menjadi pusat industri nasional, tetapi juga kawasan modern yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla