Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tiga Nama Menguat di Muscab PKB Batang, Penentuan Ada di Tangan DPP PKB

Riyan Fadli • Senin, 20 April 2026 | 19:27 WIB
MUSCAB PKB : Suasana Muscab PKB Kabupaten Batang di Hotel Dewi Ratih, pada Senin 20 April 2026. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
MUSCAB PKB : Suasana Muscab PKB Kabupaten Batang di Hotel Dewi Ratih, pada Senin 20 April 2026. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Tiga nama menguat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Batang yang digelar di Hotel Dewi Ratih pada Senin 20 April 2026.

Kendati agenda utama kali ini tidak melakukan pemilihan langsung, tapi menjaring dan mengusulkan nama-nama calon Ketua DPC PKB Batang untuk periode mendatang.

Ketua Panitia Muscab PKB Batang Kukuh Fajar Romadhon mengungkapkan, DPC PKB sebelumnya telah mengantongi dan menyetorkan tiga nama kader terbaiknya ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Yaitu, Suudi saat ini Ketua DPRD Kabupaten Batang; Fatkhur Rohman saat ini Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Batang; dan Kukuh Fajar Romadhon juga Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Batang.

"Kalau DPC PKB kemarin sudah mengusulkan tiga nama, yaitu Pak Suudi, Pak Haji Faturrohman, dan saya sendiri Kukuh. Tiga nama itu sudah disampaikan ke DPW PKB Jawa Tengah (Jateng)," kata Kukuh saat ditemui di sela-sela acara Muscab.

Kukuh menjelaskan, forum Muscab di Hotel Dewi Ratih ini berfungsi untuk memberikan ruang bagi Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB, apabila ingin menambahkan usulan nama calon ketua.

Nantinya, seluruh nama yang terjaring, baik tiga nama awal maupun tambahan dari PAC, akan disetorkan langsung ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Jakarta. Mekanisme penentuan ketua tidak dilakukan melalui pemungutan suara (voting) di arena Muscab.

"Misalkan nanti terkumpul 5 nama, semuanya kita setorkan. Nama-nama tersebut akan dipanggil oleh DPP untuk mengikuti fit and proper test. Siapa yang jadi ketua, yang menentukan mutlak adalah DPP," tegas Kukuh.

Terkait peta kekuatan para kandidat, Kukuh menegaskan, belum ada satupun nama yang secara khusus diunggulkan.

Seluruh nama yang diusulkan memiliki kans yang berimbang untuk memimpin partai berlambang bola dunia tersebut di Kabupaten Batang.

"Semuanya punya peluang yang sama. Secara track record, mereka punya kualitas yang setara dan sama-sama berpengalaman membesarkan PKB," tambahnya.

Sebagai informasi, masa jabatan kepengurusan DPC periode sebelumnya di bawah kepemimpinan Fauzi Fallas yang menjabat sejak sekitar 2006 memang telah resmi berakhir per 14 April lalu setelah sempat mengalami perpanjangan.

Terkait kemungkinan ketua lama untuk kembali dicalonkan, Kukuh menyebut bahwa secara pribadi yang bersangkutan belum menyatakan kesiapannya. 

"Beliaunya untuk saat ini belum siap dicalonkan lagi. Tapi jika di forum Muscab teman-teman PAC tetap ingin mengusulkan beliau, ya tidak apa-apa. Namanya tetap kita tampung dan sampaikan ke DPP," pungkasnya.

Dalam sambutannya, Fallas secara terbuka memberikan sinyal terkait akhir masa jabatannya sembari menitipkan pesan moral kepada para kader.

"Saya selaku Ketua DPC, dan mungkin saat ini masih Ketua DPC, kalau besok-besok nggak tau lah," seloroh Fallas yang disambut riuh peserta.

Fallas juga menjadikan momentum Muscab ini untuk merefleksikan dinamika perpolitikan PKB di Kabupaten Batang.

Termasuk saat ia belum berhasil memenangkan kontestasi Pilkada, walaupun PKB memenangkan kontestasi Pemilu Legislatif.

"Hanya Allah mungkin yang menentukan bahwa Haji Fauzi Fallas jangan jadi bupati dulu. Kita ambil hikmahnya saja, menjadi pejabat di era sekarang ini bukan main luar biasa, harus punya mental baja," ungkap Fallas. 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan yang merupakan rival Fallas pada Pilkada lalu, memberikan respons hangat. Ia menekankan, rivalitas politik telah usai dan kini saatnya bersinergi.

"Yang luar biasa sekali, meskipun tadi disampaikan rival, tenang saja Pak Haji, tidak ada rival, kita semuanya berteman. Kompetisi politik itu kompetisi yang biasa dan lumrah," ujar Faiz disambut tawa para hadirin.

Bupati Faiz bahkan sempat berkelakar mengenai "lima penyesalan" dalam hidup, di mana salah satunya adalah penyesalan lima tahunan akibat kekalahan pemilu.

Namun, di luar kelakar tersebut, Faiz menekankan posisi strategis Kabupaten Batang yang ia sebut sebagai intersection atau titik temu utama di Pulau Jawa.

"Kabupaten Batang memiliki posisi paling strategis dalam konstelasi geo Jawa dan demografi Jawa. Kita sedang menuju daerah yang adidaya dengan capaian pertumbuhan ekonomi di angka 7 koma sekian persen," tegas Faiz. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#PKB Kabupaten Batang #Muscab PKB Batang #Kabupaten Batang