METROPEKALONGAN.COM, Batang – Peringatan Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, menjadi momentum untuk merefleksikan peran perempuan di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industry di Batang.
Pimpinan Batang mengakselerasi pemberdayaan perempuan, dengan menekankan pentingnya ekosistem yang mendukung keterlibatan perempuan di dunia kerja maupun pemerintahan.
Itulah yang dilakukan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz, merespons masifnya kebutuhan tenaga kerja, khususnya dengan beroperasinya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), fasilitas penitipan anak (affordable childcare) mulai diwacanakan sebagai langkah mitigasi dan afirmasi bagi perempuan pekerja.
Faelasufa Faiz mengungkapkan, masuknya perempuan ke dunia kerja saat ini sudah menjadi hal lumrah.
Namun, mempertahankan karier hingga mencapai posisi puncak masih menjadi tantangan besar.
Ia mencontohkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. Meski persentase Pegawai Negeri Sipil (PNS) perempuan mencapai 57 persen dan laki-laki 43 persen, jumlah perempuan yang menduduki jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih sangat minim.
"Di dunia industri pun sama. Dari 200 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di Indonesia pada 2023, hanya 4 persen atau 8 perempuan yang menjadi CEO atau direktur," jelasnya.
Meski demikian, Faelasufa memuji kualitas kepemimpinan perempuan di Batang yang berhasil menembus jabatan strategis.
Menurutnya, perempuan yang berada di posisi puncak adalah sosok-sosok mumpuni karena telah melewati filter dan tantangan yang berkali lipat lebih berat dibanding laki-laki, serta memiliki nilai empati yang tinggi.
Pihaknya juga menegaskan dukungan penuh bagi perempuan apa pun pilihannya, termasuk yang memutuskan untuk fokus menjadi ibu rumah tangga.
"Kalau itu pilihan mereka dan mereka happy menjalaninya, itu tidak apa-apa," tambahnya.
Untuk mendorong pemberdayaan perempuan, Faelasufa menyoroti pentingnya support system yang memadai.
Berkaca pada negara-negara maju yang mengalami penurunan populasi (aging population) karena perempuan pekerja enggan memiliki anak akibat kurangnya dukungan, Batang dinilai harus segera bersiap.
Salah satu wacana yang didorong adalah tersedianya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang berkualitas dan proporsional dengan kesejahteraan guru yang terjamin, serta fasilitas daycare (penitipan anak) yang terjangkau (affordable).
"Ini sangat urgen. Jika istri bekerja di industri atau pabrik, sementara suami tidak siap men-tackle urusan domestik rumah tangga, dan kita tidak menyiapkan childcare yang affordable, angka perceraian bisa meningkat. Ini hanya masalah waktu kapan akan terjadi," tegasnya.
Menanggapi wacana tersebut, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan apresiasi tinggi atas keaktifan sosok-sosok inspiratif perempuan di Batang.
Menurutnya, wujud nyata dari pencapaian para tokoh perempuan, baik di pemerintahan maupun di masyarakat, sangat dibutuhkan sebagai pendorong semangat.
Terkait dorongan bagi perempuan untuk masuk ke sektor industri, Bupati Batang menegaskan bahwa Pemkab membuka peluang selebar-lebarnya yang berbasis pada kompetensi.
"Semua yang mau bekerja harus kompetitif dan siap dengan skill-nya. Makanya kita buka lapangan pekerjaan dan pelatihan tanpa membedakan jenis kelamin. Siapa yang punya niat dan mau belajar, dia pasti akan memenangkan kompetisi," terangnya.
Terkait usulan pengadaan daycare sebagai support system pekerja perempuan, Bupati Batang menyambut baik hal tersebut sebagai bentuk afirmasi dari pemerintah di tengah sistem pasar bebas yang menuntut persaingan ketat.
"Ini menjadi salah satu afirmasi yang bisa kita lakukan. Tetapi, nanti akan kita kaji lagi mengenai kemampuan fiskal daerah dan skala prioritas yang memang harus dilaksanakan dalam waktu dekat," pungkasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla