Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pasukan Got Bersihkan Sampah, Angkut 4 Truk Sampah Sekali Terjun, Tapi Warga Masih Pasif

Riyan Fadli • Jumat, 24 April 2026 | 22:46 WIB
BERSIH-BERSIH : Pasukan Got dari DLH Kabupaten Batang sedang membersihkan sungai di wilayah Batang. (DOK. DLH KABUPATEN BATANG)
BERSIH-BERSIH : Pasukan Got dari DLH Kabupaten Batang sedang membersihkan sungai di wilayah Batang. (DOK. DLH KABUPATEN BATANG)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menangani sampah di saluran air dan sungai melalui tim reaksi cepat bernama Pasukan Got (Pasgot) ternyata menyisakan pekerjaan rumah.

Pasalnya, kehadiran tim ini justru membuat warga cenderung pasif dan sepenuhnya mengandalkan petugas untuk urusan kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Rusmanto mengungkapkan, Pasgot sejatinya dibentuk untuk penanganan darurat di saluran-saluran air yang macet atau dipenuhi sampah. Namun di lapangan, partisipasi masyarakat sekitar masih sangat minim.

"Kami sering menyampaikan ke lurah atau pemangku wilayah, selain adanya Pasgot ini, partisipasi masyarakat harus ditingkatkan. Jangan semua mengandalkan Pasgot saja," kata Rusmanto, Kamis 23 April 2026.

Menurutnya, Pemkab berharap turunnya Pasgot ke perkampungan bisa menjadi 'pemancing' agar warga ikut bergotong royong. Namun realita di lapangan justru sebaliknya.

"Syukur-syukur saat Pasgot turun ini sebagai pemancing, jadi masyarakat bisa ikut hadir. Tapi selama ini, ya kalau Pasgot turun, ya sudah Pasgot yang melakukan kebersihan di situ," keluhnya.

Rusmanto menjelaskan, Pasgot merupakan tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terdiri atas tenaga DLH, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Mengingat keterbatasan personel, jangkauan Pasgot saat ini baru bisa melayani area Batang Kota.

"Mereka sebenarnya pegawai dan petugas kebersihan juga. Di saat-saat tertentu mereka kerja untuk emergency (darurat) masyarakat. Kadang kalau ada event besar seperti Idul Fitri yang sampahnya overload, Pasgot ini kita bantukan turun ke lapangan, tidak hanya di perairan," jelasnya.

Meski bekerja layaknya pasukan darurat, beban kerja Pasgot tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dalam sekali pembersihan saluran air yang mampet, tim bisa mengangkut hingga 2 sampai 4 truk sampah, tergantung dari tingkat kepadatan sampah dan sedimentasi lumpur di lokasi.

Satu truk bisa mengangkut hingga 2.500 kilogram sampah. Selama 2026, Pasgot sudah terjun sebanyak 19 kali.

Lebih lanjut, DLH Batang juga tengah mengurai benang kusut terkait dari mana asal muasal sampah yang kerap menyumbat saluran air, yang rata-rata selalu datang pasca turun hujan.

Dalam pertemuan terbaru dengan pihak Kelurahan Sambong dan Karangasem, dua wilayah pemukiman yang sering dilewati aliran Sungai.

Terungkap, tumpukan sampah tersebut bukan berasal dari warga sekitar, melainkan sampah kiriman dari daerah atas.

"Kita berupaya melakukan pencegatan sampah di sungai. Nanti bisa kita identifikasi, oh ternyata wilayah sana yang sering membuang. Jadi edukasi dan sosialisasinya tepat sasaran. Jangan sampai lokasi tempat sampah berhenti yang disalahkan, padahal warga di situ sudah tidak buang sampah sembarangan," pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Pasgot Batang #Pasukan Got #kabupaten Pekalongan