Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Isak Tangis Sambut Jenazah Diva di Desa Ngroto

Riyan Fadli • Jumat, 1 Mei 2026 | 23:03 WIB
PENUH HARU : Warga saat menyambut jenazah korban terjatuh dari apartemen di Jakarta. (DOK. PRIBADI)
PENUH HARU : Warga saat menyambut jenazah korban terjatuh dari apartemen di Jakarta. (DOK. PRIBADI)

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Ambulans pembawa jenazah Diva Maelisa. ART remaja 15 tahun ini meninggal karena jatuh dari lantai 4 Apartement Benhill di Jakarta tiba di kediaman, Minggu 26 April 2026 sekitar pukul 12.26 WIB.

Ratusan warga Dukuh Gerjo I, Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, menyambut kedatangan korban dengan isak tangis.

Warga beramai-ramai mengangkat peti putih dari ambulans yang berhenti di tengah gang. Warga menandu peti hingga ke kediaman orangtua Diva.

Tangisan langsung pecah di dalam ruang tamu rumah orang tua Diva. Orangtua Diva, Raudin, 37, dan Umayah, 33, harus dipegangi saudara lainnya agar tidak tumbang saat melihat jenazah anak mereka.

Sekitar 10 menit di dalam rumah, peti jenazah kemudian dibawa keluar untuk didoakan. Korban dibawa ke masjid desa, untuk disalatkan lalu ke tempat pemakaman umum yang hanya berjarak 200 meter.

Sebelumnya, perjalanan panjang dan penuh duka ditempuh Pemerintah Desa (Pemdes) Ngroto untuk memulangkan jenazah Diva. Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, mengungkapkan, dirinya langsung bergerak ke Jakarta begitu menerima kabar duka dari keluarga korban.

Informasi tersebut diterima pada Jumat siang saat dirinya tengah mengikuti rapat di kecamatan.

“Saya ditelepon warga, kemudian keluarga meminta kami datang untuk memastikan kondisi putrinya yang ternyata sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Ia bersama tim langsung berangkat menuju Jakarta menggunakan ambulans. Perjalanan itu menjadi awal dari proses panjang penjemputan jenazah yang tidak mudah.

Setibanya di Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB, rombongan sempat mengalami kebingungan karena belum mengetahui lokasi dan prosedur yang harus ditempuh.

Bantuan datang dari berbagai pihak. Siam menyebut komunitas perantau asal Batang di Jakarta turut membantu mengarahkan proses penjemputan.

Selain itu, pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat juga memberikan pendampingan selama proses berlangsung.

“Selama tiga hari tiga malam kami didampingi, diberi arahan sampai proses penjemputan dan pemulasaraan jenazah,” jelasnya.

Pendampingan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari proses di rumah sakit hingga pemulangan ke kampung halaman.

Siam juga menyampaikan apresiasi kepada relawan dan komunitas warga Batang di perantauan yang turut membantu.

Terkait kronologi kejadian, Siam menegaskan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.

Namun ia membenarkan bahwa korban diduga terjatuh dari lantai empat apartemen di kawasan Bendungan Hilir.

Dalam peristiwa tersebut, korban tidak sendirian. “Ada dua orang di lokasi. Satu meninggal dunia, yaitu Diva, sementara satu lainnya mengalami luka patah tangan dan tulang ekor,” ungkapnya.

Korban diketahui telah bekerja di Jakarta selama kurang dari enam bulan. Sempat pulang kampung saat Lebaran, Diva kemudian kembali bekerja di tempat baru.

Namun di lokasi apartemen tersebut, ia baru bekerja sekitar satu minggu sebelum kejadian. “Untuk tempat kerja yang terakhir, baru sekitar tujuh hari,” kata Siam.

Terkait kondisi korban sebelum kejadian, pihak desa belum memperoleh informasi detail. Hal ini karena korban tidak membawa ponsel maupun identitas saat peristiwa terjadi.

“Keterangan dari sekitar, saat kejadian korban tidak memegang HP, jadi komunikasi terakhir juga belum jelas,” tambahnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#jenazah Diva Maelisa #Desa Ngroto #Kabupaten Batang