Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Mabuk Komix, Masuk Rumah Warga Tanpa Busana

Riyan Fadli • Sabtu, 2 Mei 2026 | 00:24 WIB
MEDIASI : Suasana mediasi antara warga Dukuh Gemuh, Desa Gemuh, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, dengan pemuda yang bugil. (DOK. POLRES BATANG)
MEDIASI : Suasana mediasi antara warga Dukuh Gemuh, Desa Gemuh, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, dengan pemuda yang bugil. (DOK. POLRES BATANG)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Dukuh Gemuh, Desa Gemuh, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, mendadak gempar pada Minggu petang 26 April 2026.

Seorang pemuda berinisial IF, 26, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, nekat menerobos masuk ke dalam rumah salah seorang warga dalam kondisi telanjang bulat.

Aksi nyeleneh dan nekat tersebut diduga kuat terjadi lantaran pelaku mengalami halusinasi tingkat tinggi dan hilang ingatan.

Berdasarkan informasi, pemuda tersebut diduga baru saja menenggak puluhan saset obat batuk cair (Komix) sebagai pelampiasan atas masalah keluarga atau depresi yang tengah dihadapinya.

Kapolres Batang AKBP Veronica melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas, Sri Widadi, membenarkan adanya insiden yang sempat memicu amarah warga tersebut.

Kejadian bermula sekitar pukul 18.30 WIB saat IF tiba-tiba nyelonong masuk ke kediaman milik Diyanto, 35.

"Pemuda tersebut masuk ke dalam rumah Saudara Diyanto tanpa meminta izin dan dalam keadaan telanjang. Diduga yang bersangkutan sedang mempunyai permasalahan keluarga sehingga depresi," ungkap Sri Widadi, Senin 27 April 2026.

Kehadiran tamu tak diundang tanpa busana itu kontan membuat Diyanto panik bukan kepalang. Ia spontan berteriak meminta tolong hingga mengundang perhatian tetangga sekitar.

Warga yang berdatangan ke lokasi terpancing emosinya melihat kondisi pelaku, sehingga sempat terjadi aksi main hakim sendiri berupa pemukulan untuk mengamankan IF.

Mendapat laporan adanya keributan warga, jajaran kepolisian segera turun tangan. Petugas yang terdiri atas Iptu Sigit Supriyanto, Bripka Arief Budiawan, dan Briptu Anhar, langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan mediasi dan problem solving.

Beruntung, insiden ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Melalui mediasi yang disaksikan oleh perangkat desa setempat, Rida Artanto, dan saksi Ahmad Syarif, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan.

"Hasil problem solving, Saudara Diyanto dan IF sepakat berdamai. Kedua belah pihak tidak saling menuntut ganti rugi materiil dalam bentuk apa pun, serta sepakat tidak akan menuntut secara hukum atas kejadian tersebut," tegas Sri Widadi. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#mabuk Komix #telanjang #Kabupaten Batang