Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Keluarga Tuntut Kasus Apartemen Benhill yang Menewaskan Diva Maelisa Diusut Tuntas

Riyan Fadli • Sabtu, 2 Mei 2026 | 02:49 WIB
TURUT BERDUKA : Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, saat berada di rumah korban kasus Apartemen Benhil. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
TURUT BERDUKA : Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, saat berada di rumah korban kasus Apartemen Benhil. (RIYAN FADLI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Suasana duka masih menyelimuti kediaman Raudin, 37, dan Umayah, 33, orang tua dari Diva Maelisa, 15, Asisten Rumah Tangga (ART) yang meninggal dunia usai terjatuh dari lantai empat Apartemen Benhill, Jakarta Pusat, pada Rabu 22 April 2026.

Hingga hari ketujuh pasca pemakaman, para pelayat silih berganti mendatangi rumah duka di Dukuh Gerjo I, Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, saat ditemui di kediaman keluarga korban, Jumat 1 Mei 2026 mengungkapkan, aparat penegak hukum saat ini masih terus melakukan penyelidikan.

Proses meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga, sedang berlangsung untuk memperterang insiden nahas tersebut. Saat itu, petugas dari Polres Jakarta Pusat memeriksa keluarga korban dari setengah 10 pagi.

"Dari pihak keluarga, baik bapak, ibu, maupun bibinya, berharap agar kasus ini cepat ditangani dan diusut sampai tuntas. Supaya keluarga dan masyarakat bisa merasa lega dan mendapat titik terang," ungkap Siam.

Lebih lanjut, Siam membeberkan sejumlah fakta terkait riwayat pekerjaan warganya tersebut.

Diketahui, almarhumah berangkat ke ibu kota murni atas inisiatif sendiri, tanpa melalui yayasan atau penyalur tenaga kerja resmi.

"Awalnya hanya pamit ke orang tua mau berangkat, tidak cerita lewat penyalur. Tahu-tahu selang beberapa hari, korban menelepon orang tuanya dan mengabarkan sudah di Jakarta serta sudah mulai masuk kerja," jelasnya.

Sebelum mengadu nasib di Jakarta, remaja belasan tahun tersebut ternyata sempat bekerja di Semarang bersama salah satu tetangganya. Namun, Diva memilih keluar dari pekerjaannya di Semarang dan beralih ke Jakarta.

"Pas waktu tahun baru korban sempat pulang. Kemarin Lebaran Idul Fitri juga pulang. Setelah tujuh hari Lebaran, dia berangkat lagi ke Jakarta. Kemungkinan gaji yang terakhir bekerja memang belum dikasihkan. Majikannya masih sama, belum ganti," paparnya.

Di sisi lain, kepergian Diva menjadi pukulan telak sekaligus bahan evaluasi bagi Pemerintah Desa Ngroto.

Pasalnya, korban yang baru berusia 15 tahun tersebut seharusnya saat ini masuk ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Siam mengonfirmasi bahwa almarhumah berstatus putus sekolah dan hanya tercatat sebagai lulusan SD Negeri 1 Ngroto.

Ia tidak sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP maupun SMA sebelum memutuskan untuk bekerja.

Ke depan, Pemerintah Desa Ngroto akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan insiden remaja putus sekolah yang berujung bekerja di bawah umur ini tidak terulang.

"Kami dari pemerintah desa tidak menginginkan hal yang sama terjadi pada remaja lain. Tentunya kami mewajibkan remaja di Desa Ngroto yang masih dalam usia sekolah untuk terus bersekolah. Kami juga memohon dukungan masyarakat agar bisa membimbing dan mengarahkan anak-anaknya menyelesaikan pendidikan, jangan sampai kejadian serupa terulang," pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Apartemen Benhill #ART Tewas #Diva Maelisa #Kabupaten Batang