METROPEKALONGAN.COM, Barang – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang kembali mendapat sorotan tajam. Pasalnya, kondisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pecalungan dinilai tidak layak operasional. Fakta mengejutkan ini terungkap usai inspeksi mendadak (sidak) yang digelar oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Batang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Selasa 5 Mei 2026.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, lokasi dapur SPPG Pecalungan berada sangat dekat dengan area peternakan ayam. Imbasnya, banyak lalat berkerumun baik di luar maupun di dalam area bangunan penyedia makanan tersebut.
Tak hanya masalah sanitasi lingkungan, sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) di lokasi tersebut kedapatan tidak memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan oleh pihak BGN.
Ketua Komisi IV DPRD Batang, H Tofani Dwi Arianto, yang memimpin langsung peninjauan tersebut membeberkan temuan timnya. "Dari hasil pengecekan, kita menemukan lalat di dalam bangunan SPPG, termasuk dibagian dapur untuk memasak. Meskipun saat itu sedang tidak ada proses memasak menu makanan," ungkap Tofani di sela-sela sidak.
Sorotan dewan lainnya tertuju pada spesifikasi fasilitas dapur. Bagian lantai ternyata hanya dipoles menggunakan cat biasa, bukan menggunakan pelapis epoksi seperti yang diwajibkan dalam petunjuk teknis (juknis) BGN.
"Sepertinya lantai dapur hanya dicat menggunakan cat genteng atau cat biasa lainnya. Bahkan sudah banyak bagian yang pudar, sehingga terlihat bagian lantainya. Ini tentunya tidak sesuai ketentuan," terang Tofani.
Kejanggalan fasilitas juga diungkapkan oleh Anggota Komisi IV DPRD Batang, Hanif AR. Ia secara khusus menyoroti saluran pembuangan atau drainase di area dapur yang dibangun asal-asalan hanya dengan plesteran semen.
"Kalau dari peninjauan beberapa SPPG lain, bagian drainase ini harusnya menggunakan bahan stainless, namun ini hanya pakai plesteran biasa. Ini tentunya sangat aneh, kok bisa mendapat rekomendasi untuk buka," tegas Hanif.
Kondisi memprihatinkan ini turut diakui oleh Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional Korwil Batang, Puji Lestari, yang turut mendampingi sidak dewan.
"Bila melihat kondisi yang ada, memang masih perlu banyak dilakukan pembenahan dibeberapa bagian dari SPPG Pecalungan ini," akunya.
Lantas, mengapa lokasi tak representatif tersebut bisa terpilih? Koordinator SPPI Kecamatan Pecalungan, Deni Sanjaya, berdalih bahwa keberadaan kandang peternakan ayam tersebut sejatinya sudah ada lebih dulu ketimbang bangunan SPPG.
Menurut Deni, pihak pemilik SPPG yakni Yayasan Titian Kasih Magelang, sebelumnya sudah melakukan beberapa kali survei lahan sebelum proses pembangunan dimulai. Namun, pandangan mereka saat itu terhalang.
"Waktu itu kandang tertutup terpal hitam, jadi tidak kelihatan. Dan mungkin juga karena pemiliknya bukan orang asli sini, jadi tidak tahu kalau di dekat lokasi ada kandang atau," pungkas Deni.(yan)
Editor : Ida Nor Layla