Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tim Gabungan Basmi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Batang, Sangking Banyaknya Sampai Masuk Sepatu Boot

Riyan Fadli • Kamis, 7 Mei 2026 | 14:30 WIB
BERBURU SAPU-SAPU: Petugas saat menunjukkan ikan sapu-sapu yang diperoleh.
BERBURU SAPU-SAPU: Petugas saat menunjukkan ikan sapu-sapu yang diperoleh.

BATANG – Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Kabupaten Batang kini menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan.

Merespons hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang bersama tim gabungan menggelar gerakan masif pembersihan dan pembasmian ikan sapu-sapu di sepanjang saluran air Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Batang, Kamis 7 Mei 2026.

Seorang relawan yang ikut terjun terlihat antusias berburu sapu-sapu. Ia tiduran di sungai untuk mencegah ikan lari. Dengan menutup saluran air selebar sekitar 2,5 meter dengan badannya, ia juga menggunakan keranjang kotak untuk menangkap sapu-sapu.

Betul saja, tubuhnya dihantam ikan sapu-sapu terus menerus, sebelum kemudian ikannya diarahkan ke dalam keranjang yang ada di atas kepala.

Keranjang pun langsung tersi banyak ikan sapu-sapu berukuran sedang hingga besar. Saat keluar dari sungai, seekor sapu-sapu berukuran sedang ternyata masuk dan tersangkut di sepatu boot yang dipakai.

Gelak tawa pun pecah, karena ikan cukup sulit dikeluarkan. Setelah beberapa saat, ikan bisa ditarik bersamaan dengan kaki yang ada di dalam sepatu boot.

LUCU: Petugas saat berusaha melepaskan ikan sapu-sapu dari dalam sepatu boot.
LUCU: Petugas saat berusaha melepaskan ikan sapu-sapu dari dalam sepatu boot.

Sekretaris Dislutkan Kabupaten Batang, Hermanto, mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di saluran sungai tersebut, mulai dari kawasan Kelurahan Kauman hingga sekitar Kompleks Kabupaten, sudah terlampau besar. Kondisi ini dinilai sangat merugikan kelangsungan hidup ikan endemik setempat.

"Populasi ikan sapu-sapu ini semakin meningkat dan mengancam ikan-ikan lokal. Jika dibiarkan, ekosistemnya menjadi rusak dan habitat ikan lokal bisa punah," tegas Hermanto di sela-sela kegiatan.

Sebanyak kurang lebih 60 personel gabungan diterjunkan dalam aksi bersih-bersih ini. Tim dibagi ke dalam beberapa titik atau spot penangkapan.

Hermanto menyebut, gerakan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi, mulai dari DLH Kabupaten Batang, DPUPR, Satpol PP, Satpol Airud, Polres Batang, Pos TNI AL, aparat Kelurahan Kauman, hingga komponen masyarakat seperti kelompok racik kapal.

Menariknya, ikan-ikan yang berhasil ditangkap tersebut akan langsung dimusnahkan. Menurut Hermanto, mengonsumsi ikan sapu-sapu dari saluran air tersebut sangat berisiko bagi kesehatan.

"Ikannya nanti dikumpulkan dan dimusnahkan, bisa dengan cara dibakar atau dimatikan. Kalau dikonsumsi justru akan membahayakan karena ikan-ikan ini mengandung logam berat yang cukup tinggi," jelasnya.

Dari pantauan di lapangan, ikan sapu-sapu yang berhasil diangkat oleh tim gabungan memiliki ukuran yang cukup besar. Beberapa di antaranya bahkan memiliki berat sekitar 1 kilogram saat diangkat.

Gerakan pembasmian di saluran air Kauman ini merupakan langkah perdana yang diinisiasi oleh Dislutkan. Ke depannya, pihak dinas akan terus memantau efektivitas kegiatan ini. 

"Ini baru di sini (Jalan Ahmad Yani/Kauman). Selanjutnya akan kita evaluasi sambil melakukan pengecekan di beberapa perairan yang lain," pungkas Hermanto.(yan)

Editor : Agus AP
#ikan sapu-sapu #dislutkan #saluran air