Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Akses Wisata Pantai Jodo Batang Dikeluhkan, DPRD Sebut Perbaikan Jembatan Sudah Mendesak

Riyan Fadli • Kamis, 7 Mei 2026 | 21:10 WIB
DISOROT: Kondisi jembatan yang menjadi sorotan anggota DPRD Kabupaten Batang.
DISOROT: Kondisi jembatan yang menjadi sorotan anggota DPRD Kabupaten Batang.

BATANG – Kondisi jembatan sebagai akses utama menuju wisata Pantai Jodo di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kembali disorot.

Bertahun-tahun diusulkan dalam Musrenbang, perbaikan infrastruktur menuju destinasi wisata unggulan di pesisir timur Batang ini tak kunjung direalisasikan.

Ketua Komisi III DPRD Batang, Nur Cahyaningsih, menegaskan bahwa perbaikan jembatan Pantai Jodo sudah masuk dalam kategori mendesak.

Terlebih, objek wisata tersebut diproyeksikan menjadi prioritas pengembangan pariwisata Kabupaten Batang pada tahun 2027 mendatang.

“Iya, harus itu. Tahun 2027 kan Pantai Jodo menjadi salah satu prioritas pariwisata Batang. Infrastruktur penunjang ke sana harus bagus. Mosok mau menjadi pariwisata nasional tapi jalannya masih sempit,” kata Nur, Kamis 7 Mei 2026.

Politisi ini menyebut, usulan perbaikan jembatan penghubung di Desa Sidorejo tersebut sebenarnya sudah sangat lama disuarakan oleh masyarakat.

“Sudah lama sekali usulannya. Jangan sampai harapan masyarakat terus dijanjeni tapi tidak pernah terealisasi,” ujarnya.

Pihak DPRD Batang pun telah turun ke lapangan untuk meninjau langsung sempitnya jembatan yang menjadi satu-satunya urat nadi menuju kawasan wisata pantai tersebut.

Senada, Camat Gringsing, Ridho Budi Kurniawan, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jembatan menuju Pantai Jodo selalu menghiasi agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) setiap tahunnya, bahkan sejak era pemerintahan sebelumnya.

“Sudah lama, itu sudah muncul terus di Musrenbang,” ucapnya.

Menurut Ridho, akses tersebut sangat krusial. Kondisinya yang sempit sering kali memaksa kendaraan berdimensi besar untuk antre dan bergantian saat melintas.

“Kalau truk Akmil masih bisa lewat, tapi harus gantian karena sempit. Lebarnya sekitar 4 meter dengan panjang sekitar 9 sampai 10 meter,” jelasnya.

Pihaknya sangat berharap proyek infrastruktur ini segera diwujudkan demi mendongkrak sektor pariwisata dan melancarkan mobilitas warga setempat.

“Harapannya bisa terealisasi karena itu akses untuk aktivitas warga dan akses wisata,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang, Bagus Pambudi, tak menampik jika usulan perbaikan jembatan Pantai Jodo sudah masuk dalam daftar tunggu pembangunan daerah.

Kendati demikian, Pemkab Batang saat ini terpaksa mendahulukan infrastruktur lain yang sifatnya lebih darurat.

“Usulan jalan dan jembatan itu banyak sekali. Kami memprioritaskan yang paling mendesak terlebih dahulu, terutama yang rusak berat,” ucapnya.

Bagus mencontohkan Jembatan Kali Belo yang rusak parah hingga putus sebagai fokus penanganan dan prioritas utama pembangunan tahun ini.

“Nah, kalau yang ke Pantai Jodo itu prioritas ada, tapi untuk kategori sangat mendesak tahun ini belum,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga memastikan bahwa di tengah upaya kebijakan efisiensi anggaran, perbaikan akses wisata andalan tersebut belum bisa dieksekusi dalam tahun ini.

“Belum,” tegasnya.

Sebagai informasi, Pantai Jodo merupakan magnet wisata pesisir di wilayah Kabupaten Batang yang selalu dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Sayangnya, potensi besar ini belum diimbangi dengan infrastruktur pendukung yang memadai, khususnya area jembatan yang sempit dan telah lama dikeluhkan warga.(yan)

Editor : Agus AP
#Akses Wisata #Nur Cahyaningsih #Desa Sidorejo #jembatan Pantai Jodo #Pantai Jodo