BATANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali membuktikan daya tariknya sebagai magnet investasi global. Kali ini, kucuran penanaman modal asing (Foreign Direct Investment/FDI) datang dari Korea Selatan melalui PT Simone Batang Indonesia, perusahaan manufaktur raksasa untuk produk berbahan kulit yang berorientasi ekspor.
Kepastian investasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) antara Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, dengan Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik.
Tak tanggung-tanggung, PT Simone Batang Indonesia siap menggelontorkan dana investasi senilai Rp429 miliar. Dana fantastis ini akan disulap menjadi fasilitas produksi canggih yang berdiri di atas lahan seluas 8,28 hektare di dalam kawasan KEK Industropolis Batang.
“Investasi tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja dan memperkuat posisi Kabupaten Batang sebagai salah satu pusat industri padat karya berbasis ekspor di Indonesia,” kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, Jumat 8 Mei 2026.
Masuknya PT Simone bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa tingkat kepercayaan investor global terhadap iklim bisnis di Indonesia makin meroket. Terutama bagi KEK Industropolis Batang yang kini jadi primadona kawasan industri strategis nasional.
“Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor,” jelasnya.
Indri menambahkan, kehadiran pabrik baru ini menjadi angin segar dan momentum krusial untuk mendongkrak sektor manufaktur nasional, terlebih di tengah ketatnya persaingan global dalam memperebutkan relokasi industri dari perusahaan multinasional.
“PT Simone sendiri merupakan perusahaan manufaktur global yang berdiri sejak tahun 1987 dan telah memiliki fasilitas produksi di sejumlah negara seperti Vietnam dan Kamboja. Secara global, perusahaan tersebut menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel mencapai lebih dari 7 miliar dollar AS,” terangnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik, membeberkan alasan perusahaannya memilih berlabuh di Kabupaten Batang. Menurutnya, Indonesia adalah lokasi yang sangat strategis untuk ekspansi bisnis jangka panjang di kawasan Asia.
“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia. KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan, mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja,” ujar dia.
Sesuai timeline, pembangunan pabrik akan langsung dikebut dalam dua bulan ke depan dengan target penyelesaian konstruksi pada Juli 2026. Setelah itu, mesin produksi direncanakan mulai berputar dan beroperasi secara bertahap mulai Juli 2027 mendatang.
“Selain memperluas jaringan produksi global perusahaan, investasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas industri, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(yan)
Editor : Agus AP