Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tiga Daerah Mundur dari UHC Prioritas, Kota Pekalongan Daerah Pembayaran Iuran Tertinggi

Riyan Fadli • Minggu, 10 Mei 2026 | 18:46 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Capaian penerimaan iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) BPJS Kesehatan di wilayah Cabang Pekalongan terpantau masih rendah.

Hingga saat ini, penerimaan baru mencapai 17,59 persen atau Rp24,65 miliar dari total target sebesar Rp140,14 miliar.

Rendahnya kesadaran membayar iuran ini beriringan dengan mundurnya tiga daerah, yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang dari kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas pada awal tahun 2026.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, seluruh daerah di wilayah kerjanya masih berstatus UHC Prioritas.

Namun, kondisi tersebut terpaksa berubah menyesuaikan kemampuan masing-masing pemerintah daerah.

Tahun lalu kan semua Pemda mulai dari Batang sampai Pemalang itu kan ada di status UHC prioritas, sehingga akses pelayanan kesehatan pada seluruh masyarakat itu bisa dibilang 100 persen.

"Namun karena kemampuan masing-masing pemda berbeda, sehingga di awal tahun 2026 ada 3 pemda, yakni Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Pemalang yang mengundurkan diri dari kepesertaan UHC prioritas. Jadi tinggal Kota Pekalongan aja," ungkapnya.

Terkait rendahnya capaian penerimaan iuran PBPU, Sri Mugirahayu menyebut Kabupaten Pemalang menjadi daerah dengan tingkat penerimaan paling rendah dibandingkan Kota Pekalongan yang tingkat kepatuhannya dinilai lebih baik. Hal ini dipicu oleh sejumlah kendala di lapangan.

"Ya satu, yang jelas faktor ekonomi. Dan juga willingness to pay, awareness to pay, kaya gitu. Jadi sekali lagi pentingnya edukasi pada masyarakat. Makanya kita menggalakkan semua segmen lah untuk bisa meningkatkan literasinya," jelasnya.

Pihaknya menargetkan kepesertaan aktif JKN dapat kembali merangkak naik hingga akhir tahun ini.

"Ya tentunya kami berusaha sekali ya, kami akan meningkatkan keaktifan setiap segmen ya, kembali ke akhir tahun 2025 gitu ya. Ya mudah-mudahan sih insyaallah bisa," tambahnya.

Sebagai langkah konkret untuk menumbuhkan literasi sejak dini, BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan menggandeng generasi muda melalui program Duta Muda Edukatur.

Duta Muda BPJS Kesehatan KC Pekalongan, Nadia Pertiwi menuturkan bahwa edukasi langsung ke kalangan pelajar menjadi fokus utama saat ini.

"Ya untuk yang dilakukan Duta Muda BPJS selama ini adalah melakukan program kerja yang sudah disusun ya dari awal salah satunya adalah Duta Muda Edukatur ini di mana kemarin saya sudah ke sekolah-sekolah, ada dari SMK Kedungwuni, SMA Kedungwuni, SMK Texmaco, MAN IC Pekalongan dan masih banyak lagi," tutur Nadia.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pelajar melek digital dan memahami pentingnya jaminan kesehatan.

"Saya memaparkan materi seputar pengetahuan BPJS Kesehatan, program JKN dan aplikasi Mobile JKN-nya," katanya.

Harapannya dengan Mobile JKN ini, pengetahuan BPJS Kesehatan ini bisa dimulai dari sejak dini.

"Generasi muda harus melek digital. Harus sedia payung sebelum hujan, karena kita harus punya pegangan. Karena sakit itu nggak ada yang tahu. Jadi kita harus sebisa mungkin punya pengetahuan yang luas seperti itu," pungkasnya. (yan/Ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pemalang #bpjs #uhc #pekalongan #batang