METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemkab Batang terus mengebut rencana strategis pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi proyek yang semula dibidik di Kecamatan Bandar, kini resmi dipindahkan ke Desa Clapar, Kecamatan Subah. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Willopo, membenarkan pergeseran lokasi tersebut. Menurutnya, Desa Clapar jauh lebih representatif dan siap, baik dari segi tata ruang maupun dukungan infrastruktur dasar.
“Insyaallah 90 persen fix di Clapar. Karena kalau di Bandar masih masuk LP2B atau lahan pertanian pangan berkelanjutan. Kalau Clapar memang kawasan permukiman perkotaan, jaringan listrik dan PDAM juga sudah mendukung,” katanya.
Willopo menjelaskan, antusiasme masyarakat dan Kepala Desa Clapar sangat tinggi dalam menyambut proyek ini. Kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang gratis dan berkualitas memang mendesak di Kabupaten Batang.
“Keberadaan Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan mengingat jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Batang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dapodik per 27 April 2026, tercatat sebanyak 551 siswa SD, 1.400 siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK di Kabupaten Batang mengalami putus sekolah,” jelasnya.
Jika diakumulasikan, terdapat lebih dari 2.000 anak yang harus ditarik kembali ke bangku pendidikan. Untuk menampung ribuan siswa tersebut, Sekolah Rakyat akan didirikan di atas lahan seluas 8,3 hektare dengan fasilitas yang super lengkap.
“Selain ruang kelas dan asrama, kawasan sekolah juga akan dilengkapi lapangan sepak bola berstandar nasional. SD nanti ada 18 ruang kelas, SMP sembilan ruang kelas, dan SMA sembilan ruang kelas. Ada juga asrama dan fasilitas pendukung lainnya,” terangnya.
Dinsos Batang menargetkan proyek fisik ini bisa segera direalisasikan agar siap beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang. Sekolah Rakyat ini diprioritaskan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Tidak hanya meratakan akses pendidikan bagi masyarakat rentan, Willopo optimistis keberadaan sekolah ini akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian warga sekitar.
“Perekrutan guru, tenaga pendidik sampai tenaga pendukung nanti tentu akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Camat Subah, M. Yasin, menyambut positif penetapan desanya sebagai lokasi Sekolah Rakyat. Ia menilai wilayah Subah dan sekitarnya masih sangat kekurangan fasilitas pendidikan, khususnya tingkat menengah atas.
“Kami mewakili masyarakat Subah sangat menyambut bahagia. Di Kecamatan Subah SMA hanya ada satu, sehingga keberadaan Sekolah Rakyat nanti tentu akan sangat mendukung pendidikan di wilayah sini maupun Kabupaten Batang,” ujar dia.(yan)
Editor : Ida Nor Layla