Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kapasitas TPST Sentul Gringsing Dipangkas Jadi 50 Ton per Hari

Riyan Fadli • Senin, 11 Mei 2026 | 13:51 WIB
KESIAPAN LAHAN: Petugas dari DLH Kabupaten Batang saat meninjau lahan yang akan dibangun TPST Sentul di Kecamatan Gringsing.
KESIAPAN LAHAN: Petugas dari DLH Kabupaten Batang saat meninjau lahan yang akan dibangun TPST Sentul di Kecamatan Gringsing.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Rencana besar pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul di Kecamatan Gringsing terpaksa harus "ikat pinggang". Proyek strategis yang digadang-gadang menjadi solusi darurat sampah di wilayah timur Kabupaten Batang ini terkena dampak efisiensi anggaran yang cukup signifikan dari pemerintah pusat.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Rusmanto, mengungkapkan bahwa pergeseran nilai anggaran ini berdampak langsung pada spesifikasi mesin pengolah sampah. Awalnya, TPST Sentul diproyeksikan mampu mengolah 100 ton sampah per hari, namun kini target tersebut melorot menjadi hanya 50 ton per hari.

 

“Untuk anggarannya nanti ada efisiensi. Jadi dengan adanya efisiensi itu, nanti ada penurunan untuk kapasitas pengolahannya. Berdasarkan hasil koordinasi dengan kementerian terkait, anggaran yang semula direncanakan mencapai Rp120 miliar, kini mengalami rasionalisasi menjadi sekitar Rp59 miliar,” tegasnya.

 

Meski pagu anggaran turun drastis hampir separuhnya, Rusmanto memastikan proses lelang tetap berjalan sesuai koridor waktu. Saat ini, progres proyek sudah masuk tahap pelelangan di kementerian dan diharapkan pada bulan Mei ini sudah muncul pemenang tender. Di lokasi lahan, kini tengah dilakukan pengujian kekuatan tanah (soil test). Namun, konsekuensi dari pemangkasan kapasitas mesin ini bakal mengubah peta layanan pembuangan sampah di Kabupaten Batang.

 

“Pemangkasan kapasitas ini tentu mengubah peta cakupan layanan. Jika awalnya TPST Sentul direncanakan mampu mengaver sampah dari delapan kecamatan di wilayah timur termasuk Gringsing, Banyuputih, hingga Limpung kini cakupannya diprediksi hanya mampu melayani separuhnya,” papar Rusmanto.

 

Ia memprediksi, dengan kapasitas 50 ton per hari, TPST tersebut kemungkinan hanya akan melayani tiga hingga empat kecamatan di zona timur. Kendati kapasitas infrastruktur berkurang, DLH Batang tidak tinggal diam. Rusmanto menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.

 

“Itu juga bisa kita siasati dengan pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan. Dengan dimulainya proses tender pada Mei ini, diharapkan pembangunan fisik segera terwujud sehingga masalah sampah di perbatasan Batang-Kendal dapat segera teratasi meski dengan skala yang lebih efisien,

” pungkasnya.(yan)

Editor : Ida Nor Layla
#tpst #sampah #batang