METROPEKALONGAN, BATANG – Iduladha 2026 akan berlangsung beberapa pekan lagi. Demi memastikan ibadah kurban masyarakat berjalan sempurna dan aman, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang bergerak memperketat pengawasan.
Setiap hewan kurban yang disembelih nantinya harus benar-benar memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), sekaligus lolos kriteria ketat syariat Islam.
Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Batang, M. Arief Edyanto, menegaskan bahwa pengawasan berlapis ini adalah bentuk jaminan nyata dari pemerintah kepada para konsumen atau shohibul qurban.
Dari kandang peternak hingga ke pelataran masjid, setiap fase kelayakan hewan dipantau dengan saksama.
“Setiap tahun kami mengawal kegiatan persiapan maupun pelaksanaan kurban agar ternak yang dipotong memenuhi kriteria ASUH, mulai dari tingkat peternak sampai lokasi pemotongan di masjid dan musala,” katanya.
Aspek Halal menjadi kunci yang tak boleh ditawar dalam proses kurban. Hal ini berkaitan erat dengan siapa yang memegang pisau di hari penyembelihan.
Kehalalan produk hewan sangat ditentukan dari proses penyembelihannya. Karena itu penyembelihan harus dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) yang memahami tata cara penyembelihan halal.
Bagi masyarakat Batang yang bersiap berburu hewan kurban, Dispaperta juga memberikan warning akan pentingnya pengecekan fisik.
Berpatokan pada syariat, hewan pantang dalam kondisi pincang, cacat, atau kehilangan anggota tubuh seperti ekor yang terpotong. Ada satu imbauan spesifik yang ditekankan oleh pihak dinas terkait pemilihan jenis kelamin ternak.
“Selain kesehatan fisik, ada satu anjuran penting: pilihlah hewan jantan. Kami mengimbau masyarakat mengutamakan ternak jantan untuk kurban. Walaupun mungkin ada pertimbangan harga atau ketersediaan, tapi itu lebih dianjurkan,” tegasnya.
Tim Dispaperta Batang juga telah melakukan aksi jemput bola. Sebanyak 35 pengurus takmir masjid telah digembleng dengan bekal ilmu yang diperlukan; mulai dari trik pemeriksaan kesehatan hewan ante-mortem (sebelum dipotong) dan post-mortem (sesudah dipotong), teknik handling daging higienis, hingga manajemen limbah kurban agar ramah lingkungan.
Pengawasan lapangan pun sudah mulai bergulir. Petugas menyasar titik-titik krusial transaksi, salah satunya di lapak penjualan ternak di wilayah Kecamatan Tulis.
“Kami lakukan pengawasan di hulunya terlebih dahulu, yaitu di lapak pedagang. Ini langkah preventif supaya hewan yang dijual benar-benar sehat sebelum sampai ke masyarakat,” tandasnya.
Sebagai informasi tambahan, menilik data tahun lalu, jumlah hewan kurban di Kabupaten Batang diproyeksikan menembus kisaran 8.000 ekor pada Iduladha 2026 ini.
Lewat pengawalan ketat sejak dini, diharapkan warga Batang bisa menunaikan ibadah kurban dengan khusyuk dan menikmati sajian daging yang benar-benar berkualitas.(yan)
Editor : Agus AP