METROPEKALONGAN.COM, Batang – Komisi IV DPRD Kabupaten Batang mendorong penyelesaian damai melalui mediasi kasus bocah luka bakar di Kelurahan Proyonanggan Selatan.
Kedua belah pihak yang terlibat masih anak di bawah umur dan bertetangga, sehingga mediasi dinilai menjadi langkah terbaik.
Ketua Komisi IV DPRD Batang H. Tofani Dwi Arianto bersama anggota Komisi IV Muhammad Hanif Afdlolurrohman langsung mendatangi rumah korban berinisial RZA di Proyonanggan Selatan, Kamis 14 Mei 2026.
Kunjungan dilakukan setelah bocah kelas I SD itu diperbolehkan pulang dari RSUD Kalisari Batang usai menjalani perawatan intensif akibat luka bakar sekitar 30 persen di wajah dan tubuh.
Dalam kesempatan itu, keduanya memberikan dukungan moril serta bantuan tali asih kepada keluarga korban sekaligus memastikan kondisi terkini RZA.
Tofani menegaskan mediasi harus dikedepankan agar kasus tidak berlarut menjadi konflik antar keluarga.
“Dua-duanya masih anak-anak. Pelaku juga masih kelas VIII SMP, sedangkan korban masih kelas I SD. Kami berharap kedua keluarga bisa mediasi dan mencari jalan terbaik untuk berdamai,” kata Tofani saat ditemui di rumah korban.
Menurut Tofani, penyelesaian kekeluargaan tetap harus menjamin hak korban mendapatkan perlindungan dan pengobatan maksimal.
Senada dengan itu, Muhammad Hanif Afdlolurrohman berharap penyelesaian kasus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan kepentingan terbaik bagi anak.
“Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik melalui komunikasi antar keluarga, sambil tetap memastikan korban mendapatkan perawatan yang maksimal sampai sembuh,” ujarnya.
Kasus ini sempat menjadi sorotan masyarakat Batang. RZA diduga mengalami luka bakar saat bermain dengan teman-temannya di sekitar kandang burung merpati.
Korban berada di posisi paling belakang saat api tiba-tiba menyambar tubuhnya. Kasus telah dilaporkan ke Polres Batang dan masih ditangani aparat.
Meski sudah diperbolehkan pulang, RZA masih harus menjalani rawat jalan. Tofani menyatakan prihatin karena korban adalah anak yatim yang tinggal bersama neneknya. Kondisi ekonomi keluarga pun terbatas.
Tofani meminta Pemerintah Kabupaten Batang turun tangan menanggung seluruh biaya pengobatan hingga sembuh total.
“Artinya ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk saling bergotong royong membantu keluarga korban. Saya meminta Pemerintah Daerah hadir untuk menanggung seluruh biaya perawatan sampai sembuh total,” katanya.
Ia menambahkan, BPJS Kesehatan ternyata tidak dapat menutup seluruh biaya perawatan.
“BPJS ternyata tidak bisa meng-cover dengan melihat kondisi seperti ini. Harapannya pemerintah daerah bisa ikut turun tangan,” ujarnya.
Tofani mengungkapkan sudah berkomunikasi dengan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang.
Pemkab Batang disebut siap membantu, meski keluarga sempat membayar administrasi secara mandiri saat korban pulang.
“Nanti akan kami bantu komunikasikan lagi supaya penanganan korban bisa maksimal,” kata dia.(yan)
Editor : Ida Nor Layla