Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ribuan Santri Saksikan Pelantikan Jatma Aswaja Se-Jateng

Ida Nor Layla • Senin, 4 Mei 2026 | 07:00 WIB

 

KALUNGKAN SORBAN : Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya melantik ratusan ulama dari Jateng dan DIY sebagai pengurus Jatma Aswaja se-Jateng. (DOK. HUMAS JATMA ASWAJA BATANG)
KALUNGKAN SORBAN : Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya melantik ratusan ulama dari Jateng dan DIY sebagai pengurus Jatma Aswaja se-Jateng. (DOK. HUMAS JATMA ASWAJA BATANG)

METROPEKALONGAN.COM, Batang — Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya melantik ratusan ulama dari berbagai daerah di seluruh Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pengurus Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An Nahdliyah Ahlussunah Waljamaah (Jatma Aswaja) tingkat kabupaten/kota periode 2026-2031. Termasuk melantik pengurus thoriqah perempuan Annisa Thoriqiyah (Annitho Aswaja).

Pelantikan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Tragung, Kandeman, Kabupaten Batang, pada Ahad (3/5/2026). Selain Sekjen Pengurus Besar (PB) Jatma Aswaja Dr (HC) Helmy Faishal Zaini ST MSi, Habib Umar Al-Muthohar, pengurus PB Jatma Aswaja lainnya, kemudian Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maemun dan sang istri Neng Nawal Arafah, Bupati Batang M Faiz Kurniawan Bersama Sekda, dan para ulama baik para kiai dan nyai. Acara yang diikuti ribuan jemaah thoriqah dari berbagai penjuru di Jateng-DIY ini diakhiri dengan baiat kubro berbagai thariqah. 

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Taj Yasin menyampaikan rasa syukur bisa hadir secara pribadi, meski juga mewakili Gubernur Jateng. “Kita sebagai manusia butuh pembimbing hati,” tandas Wagub Jateng. 

Menurut Wagub, manusia diangkat oleh Alllah SWT dan dihormati semua makhluk dan malaikat, sebab adanya ruh. “Jatma Aswaja didirikan Habibana Habib Luthfi ini memberi ruh kita, memberi makanan ruh kita, mentarbiyah ruh kita,” tandasnya.

Bahkan Wagub Taj Yasin menghendaki pelibatan jajaran Pemprov Jateng dalam berbagai kegiatan Jatma Aswaja. “Kami di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mohon, kalau acara Jatma Aswaja diikutsertakan, karena yang ada di pemerintah, makhluk manusia juga,” tandasnya. 

Menurutnya, unsur penciptaan manusia itu dari tanah liat. Sebagaimana yang termaktub dalam Alquran Surat Al-Hijr, manusia bisa dihormati karen adanya ruh, dan ruh itu hanya bisa mendapatkan tarbiyah dari orang yang dipilih Allah SWT. Salah satunya yang dipilih Allah SWT adalah Abah Luthfi. Sebab kalau yang mentarbiyah bupati, jadinya proyek,” katanya.

Sedangkan Maulana Habib Luthfi selaku Rois Am Jatma Aswaja mengingatkan para santri atau jemaah thariqah untuk senantiasa mendoakan Wagub Jateng Taj Yasin yang sekarang ini mewakili pemerintahan agar berhasil dalam membangun Jateng.

“Niku geh termasuk kebanggaan kita, tapi yo rak gampang (sebagai pejabat pemerintah, red), ojo mung muni kebanggaan kita, tapi ya kudu didongaake dhohiran wa batinan anggenipun membangun Jawa Tengah saget kelakon, niku seng penting,” kata Maulana Habib Luthfi sambil menegaskan bahwa Taj Yasin merupakan putra gurunya Maulana Habib Luthfi, yakni Mbah KH Maemoen Zuber.

Maulana Habib Luthfi menekankan peranan dan misi thariqah yang menyelamatkan umat. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, bahwa kalimat La Ilaha Illallah itu gedung atau benteng. “Sopo wong seng gelem ngucap La ilaha illallah, maka wong iku gelem mlebu gedung pengayoman. Sopo seng mlebu gedung pengayoman, mongko selamet soko siksa neraka,” jelasnya. 

Maulanan Habib Luthfi mencontohkan orang membersihkan badan berupa wudhu dan mandi, menggunakan air atau tayamum. Tapi untuk membersihkan hati atau tazkiyatul qulub wa tazkiyatun nafs, dengan kalimat la ilaha illallah. 

Sedangkan berkah lha ilaha illallah tersebut, akan terpancar kepada akhlak yang mulia. Di antaranya membiasakan diri memakai baju dan celana dengan mendahulukan yang kanan dulu. Tapi masuk kamar mandi kaki kiri dulu. Akhlakul karimah yang dibiasakan tersebut akan menjadi gerakan reflek dalam berbagai kondisi. Demikian halnya dengan lisan yang biasa mengucapkan kalimat subhanallah, alhamdulillah, pun akan secara reflek dalam lisan. 

Termasuk dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bahwa NKRI harga mati. Bumi Indonesia ini adalah amanat yang diberikan oleh Allah SWT yang harus dijaga dan dikembangkan. “Seneng kulo, nek wong thariqah ngoten (NKRI harga mati, red),” kata Maulana Habib Luthfi. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Pengurus Jatma Aswaja se-Jateng #Pengurus Annitho Aswaja se-Jateng #Annitho Aswaja #Jatma Aswaja