METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kabupaten Batang siap menjadi daerah terang, aman, dan ramah investasi.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memimpin langsung market sounding proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Alat Penerangan Jalan Umum (KPBU APJU) yang digadang-gadang bakal menyelesaikan masalah gelapnya jalan protokol dan akses industri dalam waktu singkat.
Acara penjajakan minat pasar yang berlangsung interaktif itu dihadiri sekitar 120 peserta dari kalangan investor, kontraktor, hingga lembaga pembiayaan (lenders).
Kehadiran perwakilan Kementerian Keuangan, Kemendagri, Bappenas, Plt. Dirut PT PII, serta pimpinan DPRD Kabupaten Batang menunjukkan dukungan penuh dari pusat terhadap proyek prioritas daerah ini.
Bupati M. Faiz Kurniawan langsung memaparkan urgensi proyek tersebut. Menurutnya, kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Batang sudah sangat mendesak karena tiga alasan krusial.
Pertama tentang tingginya angka kecelakaan, keamanan pekerja shift malam, dan pemberdayaan ekonomi malam hari.
Pada tahun 2023 angka kecelakaan mencapai 500 kejadian, meningkat menjadi 520 kejadian pada 2024, dan melonjak hingga hampir 550 kejadian pada tahun 2025.
Seiring dengan meningkatnya industrialisasi di Batang, banyak warga termasuk perempuan yang harus bekerja pada shift malam.
Kondisi jalan yang gelap dinilai mengancam keamanan dan kenyamanan warga. Lalu, minimnya lampu jalan membatasi aktivitas ekonomi masyarakat setelah matahari terbenam.
Saat ini, cakupan PJU di Batang baru mencapai sekitar 37 persen, atau hanya 4.000 lampu dari total kebutuhan 13.000 titik.
"Jika setiap tahun kita hanya bisa mengadakan 100 titik PJU baru, masa masyarakat harus menunggu 90 tahun? Kita pasti akan semakin tertinggal dan masyarakat harus merasakan kondisi yang tidak aman ketika malam hari," ujar Bupati Faiz.
Melalui skema KPBU APJU, Pemkab Batang ingin mempercepat pembangunan sesuai RPJMD 2025-2029 yang memuat program unggulan “Batang Terang”.
Program ini didukung penuh Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kemendagri. Bupati optimistis proyek ini akan menciptakan multiplier effect yang masif bagi perekonomian masyarakat.
"Pabrik itu 2-3 shift, semua pabrik itu bisa bekerja, warung-warung makan di dekat pabrik bisa didatangi oleh pekerja, potensi pendapatan bertambah, tenaga kerjanya juga bertambah meningkat karena aktivitas-aktivitas ekonomi yang ada di lingkungan tersebut," urai Bupati optimistis.
Perputaran uang yang meningkat ini, lanjutnya, secara otomatis akan mendongkrak realisasi pendapatan daerah. Secara teknis, proyek menyasar 8.500 titik jalan dengan total 9.387 lampu yang tersebar di jalan nasional Pantura, jalan provinsi, dan jalan kabupaten.
Tak hanya lampu, proyek ini juga akan dilengkapi 150 titik CCTV pemantau (surveillance), sensor udara, dan sensor banjir – menjadikan Batang tidak hanya terang, tapi juga pintar dan lebih aman.
Kepala Baperrida Kabupaten Batang Bagus Pambudi menjelaskan bahwa market sounding ini adalah tahap krusial setelah perencanaan rampung.
Ada empat tujuan utama: menyampaikan skema proyek, mengukur ketertarikan pasar, mengumpulkan masukan pelaku usaha, serta mempersiapkan mereka menuju tahap lelang.
Jika sesuai rencana, pengumuman lelang digelar Juli 2026, pemenang dan penandatanganan kerja sama November 2026.
"Diharapkan secara garis besar, proyek KPBU APJU Kabupaten Batang itu tahap konstruksi itu bisa dimulai di Desember 2026 dan diselesaikan secara bertahap. 50 persen titik lampu yang menjadi ruang lingkup KPBU akan selesai di April 2027. 50 persen lainnya diharapkan selesai di Juli 2027," papar Bagus.
Nilai proyek mencapai Rp153 miliar untuk belanja modal konstruksi, dengan biaya operasional Rp3,4 miliar per tahun. Pengembalian investasi menggunakan skema Availability Payment selama masa konsesi 10,5 tahun (6 bulan konstruksi + 10 tahun pemeliharaan).
Dengan target rampung pertengahan 2027, Batang siap menyambut era baru: jalan terang, kecelakaan berkurang, pekerja malam aman, dan ekonomi malam hidup. Investor yang tertarik dengan peluang emas di Jawa Tengah ini tinggal menunggu lelang Juli mendatang. (yan)
Editor : Riyan Fadli