Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kasus TBC di Batang Tembus 451, Dinkes dan PLTU Batang Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Riyan Fadli • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:46 WIB
 KESEHATAN: Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis.
KESEHATAN: Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Tren kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Batang menjadi perhatian serius jajaran dinas terkait.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga 18 Mei 2026, akumulasi temuan kasus TBC di wilayah ini telah mencapai angka 451 kasus.

Menanggapi tingginya ancaman penyakit menular dan gangguan pernapasan tersebut, langkah preventif kini gencar dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satunya ditunjukkan melalui sinergi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang dengan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku operator PLTU Batang.

Guna menekan risiko penyakit saluran pernapasan di masyarakat, kedua pihak menggelar rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis yang menyasar ratusan warga di desa penyangga operasional perusahaan.

Berdasarkan pemetaan data epidemiologi per 18 Mei 2026, sebaran penderita TBC berdasarkan alamat domisili menempatkan Kecamatan Warungasem sebagai penyumbang kasus terbesar di Kabupaten Batang dengan temuan memuncak di angka 44 kasus.

Tak terpaut jauh, Kecamatan Bawang berada di urutan kedua dengan donasi 41 kasus. Wilayah lain yang juga mencatatkan angka cukup tinggi adalah Kecamatan Subah dengan 32 kasus, disusul Kecamatan Tulis dengan 31 kasus, dan Kecamatan Kandeman dengan 28 kasus.

Tingginya angka penyakit pernapasan di daerah ini mendasari pentingnya program diinisiasi oleh PT Bhimasena Power Indonesia bersama Dinkes Batang.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang berlangsung selama tiga hari (18-20 Mei 2026) dipusatkan di tiga desa penyangga, yakni Desa Ujungnegoro, Desa Karanggeneng, dan Desa Ponowareng, dengan berhasil menjangkau sedikitnya 300 warga.

Kepala Dinas Kesehatan Batang dr. Ida Susilaksmi menjelaskan program ini dirancang bukan sekadar sebagai layanan pengobatan, melainkan sebagai langkah awal yang krusial dalam memberikan edukasi serta tindakan preventif agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri.

Dengan adanya pemeriksaan fisik yang meliputi pengecekan tekanan darah, rontgen x-ray serta indikator kesehatan lainnya, diharapkan masyarakat dapat melakukan deteksi dini terhadap risiko penyakit tidak menular maupun infeksi saluran pernapasan.

"Fokus utama dari pemeriksaan kesehatan kali ini adalah deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan, terutama penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Melalui sesi konsultasi langsung dengan tim medis, warga dibekali dengan pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai benteng utama dalam mencegah penularan penyakit pernapasan yang kerap dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perubahan cuaca," ungkapnya

Langkah taktis pemeriksaan kesehatan yang menyertakan tindakan rontgen x-ray ini dinilai sangat relevan guna menyaring secara dini potensi gangguan paru-paru di tengah masyarakat, termasuk mendukung upaya eliminasi TBC di Kabupaten Batang.

General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat melalui program CSR.

"Selain program pengecekan kesehatan gratis, kami juga memberikan paket sembako bagi warga yang memeriksakan kesehatannya. Ke depannya, PT Bhimasena Power Indonesia akan terus berkolaborasi dengan instansi terkait dalam menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga di Kabupaten Batang." ungkapnya. (yan)

Editor : Ida Nor Layla
#tbc #bpi #pltu #batang