METROPEKALONGAN.COM, Batang – Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan pesan tegas dan anti-basa-basi saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang.
Berlangsung di cuaca terik matahari di Pendopo Kantor Bupati Batang, Rabu 20 Mei 2026, prosesi perombakan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas ini berjalan khidmat.
Menyadari cuaca yang menyengat, Bupati Faiz enggan memberikan wejangan normatif yang berkepanjangan dan memilih langsung menusuk ke inti persoalan.
Mengawali arahannya, M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa pergeseran posisi dalam birokrasi adalah hal yang wajar.
Ia menuntut profesionalisme para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja dilantik.
"Reorganisasi itu lumrah dan biasa dalam sebuah pemerintahan. Yang terpenting bagi kita semua adalah bagaimana menjalankan tugas ini dengan baik," ujar M. Faiz Kurniawan.
Bupati juga menyelipkan kelakar yang sukses mencairkan suasana di tengah cuaca panas, sekaligus menyentil pentingnya pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
"Saya sudah berkali-kali melakukan pelantikan, sudah berkali-kali memimpin sumpah jabatan kepada Bapak Ibu semuanya. Saya yakin Bapak Ibu semuanya sudah tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus dilaksanakan dalam menjalankan tugasnya. Tidak perlu saya sampaikan banyak hal lagi pada siang hari ini, apalagi ini panas sekali cuacanya," selorohnya yang disambut senyum maklum para hadirin.
Di balik gaya bicaranya yang santai, pesan tentang integritas dan loyalitas kerja disampaikan dengan sangat bertenaga.
Bupati Batang ini secara terang-terangan menolak segala bentuk aksi "cari muka" dari para bawahannya. Baginya, satu-satunya rapor yang dinilai adalah kinerja.
"Yang terpenting Saya ucapkan selamat dan saya tekankan sekali lagi Bapak Ibu semuanya, Bapak Ibu tugasnya hanya lakukan yang terbaik selama Bapak Ibu masih diberikan kesempatan menjabat. Sudah enggak ada lagi yang lain," tegasnya.
Secara spesifik dan menohok, M. Faiz merinci hal-hal yang sama sekali tidak ia butuhkan dari para pejabat Pemkab Batang.
"Nggak ada tugas Bapak Ibu buatkan puisi buat saya supaya saya senang, enggak ada. Enggak ada tugasnya Bapak Ibu ngasih saya duit, nggak ada. Enggak ada tugasnya Bapak Ibu apa, dongengin saya supaya saya tertidur, juga nggak ada. Tugasnya hanya satu, lakukan yang terbaik sesuai dengan tugasnya masing-masing," tambahnya.
Mengakhiri amanatnya, Bupati Faiz secara jujur mengakui bahwa dirinya tidak menghafal seluruh wajah pejabat yang dilantik hari itu.
Ia memastikan penunjukan jabatan ini murni didasarkan pada kompetisi dan rekam jejak kerja, terutama bagi mereka yang tanggap dalam pelayanan publik dan kebencanaan.
"Dan di sini juga enggak kenal satu persatu. Dan mungkin hanya kenal Pak Nasrudin karena sebelumnya di Camat Bandar. Mbak Yanti karena memang sebelumnya sudah PLT Kabag Umum. Kemudian paling ya Pak Agung, terus Pak Fajri paling yang tahu karena sebelumnya di BPBD sudah sering bareng ketika ada banjir dan lain sebagainya. Yang lainnya saya enggak tahu, semuanya berbasis kompetensi, berbasis kompetisi," pungkas M. Faiz Kurniawan.
Langkah mutasi dan rotasi ini diharapkan mampu membuat roda birokrasi Pemkab Batang bergerak lebih cepat dan berorientasi langsung pada pelayanan masyarakat.
Muhammad Nashruddin yang sebelumnya menjabat Camat Bandar kini menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Mustamsikin menjadi Kepala Bagian Hukum Setda, Dwi Yanti menjadi Kepala Bagian Umum Setda, Fahrudin menjadi Kabag Persidangan & Perundang-undangan Setwan DPRD dan lain sebagainya. (yan)
Editor : Ida Nor Layla