METROPEKALONGAN.COM, Batang – Mayat seorang pria ditemukan mengapung di perairan barat Pulau Panjang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Minggu 24 Mei 2026.
Korban berhasil diidentifikasi sebagai Mohamad Yoga Adi Saputra, warga Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, yang sebelumnya hilang diduga jatuh dari Kapal Motor (KM) Jaya Barokah GT 89.
Menurut keterangan Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto, mayat pertama kali ditemukan dua nelayan asal Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, yakni Masrip dan Jamal, sekitar pukul 11.30 WIB saat melaut mencari ikan.
Saat itu, jasad korban mengapung di perairan sebelah barat Pulau Panjang. Mayat ditemukan mengapung dan langsung dibawa nelayan ke Desa Karangaji untuk dievakuasi ke RS Kartini Jepara.
Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek motif bunga warna putih dan kaos lengan panjang hijau bertuliskan “PT Rizq Bumi Katulistiwa”.
Petugas menemukan tato bertuliskan “Yoga” di kaki kanan serta KTP atas nama M. Yoga Adi Saputra. Identitas tersebut langsung mengarah ke warga Candiareng, Warungasem, Batang.
Hasil pemeriksaan medis di RS Kartini menunjukkan jenazah laki-laki berpostur tinggi sekitar 170 cm, kulit sawo matang, dengan tanda-tanda pembusukan ringan di leher dan kepala.
Kulit serta rambut sudah terkelupas, telapak tangan dan kaki keriput akibat terendam air lama, serta lebam mayat di punggung.
Dokter menemukan lecet ringan di lutut kanan dan siku kiri, diduga akibat benturan benda tumpul di laut.
Tidak ditemukan tanda kekerasan benda tajam atau penganiayaan. Korban diperkirakan meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan.
Berdasarkan laporan resmi, Mohamad Yoga Adi Saputra yang lahir di Batang, 24 Juli 2006 merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Jaya Barokah GT 89.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan pada Rabu 20 Mei 2026 pukul 10.00 WIB menuju perairan Selat Makassar.
Keesokan harinya, Kamis 21 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIB, saat kapal berada di perairan timur Jepara, korban tidak diketahui keberadaannya.
Nahkoda Carsan segera memerintahkan seluruh ABK mencari di seluruh sudut kapal, namun tidak ditemukan. Kapal pun memutar balik dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi, tetap nihil.
Nahkoda kemudian melaporkan kejadian ini kepada pemilik kapal dan Satpolairud Polresta Pati di Juwana.
Soleh, Sekretaris Desa (Sekdes) Candiareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, membenarkan bahwa korban merupakan warga Dukuh Krajan, Desa Candiareng.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Candiareng.
“Korban ikut bos dari Pekalongan sebagai pekerja. Tadi malam jenazah sudah dijemput ke Jepara dan sekarang sudah dimakamkan,” ungkap Soleh. (yan)
Editor : Ida Nor Layla