Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bidik Ekosistem EV dan Investasi High-Tech, KEK Industropolis Batang Unjuk Gigi di Tokyo

Riyan Fadli • Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB
INVESTASI: Suasana Investment Business Forum Indonesia Japan yang diselenggarakan di Bellesalle Kanda, Tokyo, Jepang.
INVESTASI: Suasana Investment Business Forum Indonesia Japan yang diselenggarakan di Bellesalle Kanda, Tokyo, Jepang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memperkuat posisinya di kancah internasional untuk menarik penanaman modal asing.

Puncak dari rangkaian agenda strategis ini adalah partisipasi aktif dalam ajang Investment Business Forum Indonesia Japan yang diselenggarakan pada 22 Mei 2026 di Bellesalle Kanda, Tokyo, Jepang.

Ajang bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi bersama KBRI Tokyo, Bank Indonesia (BI) Tokyo, IIPC Tokyo (BKPM), dan JETRO yang mengusung misi memikat minat pelaku industri global di sektor High-Tech Industry.

Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, Irma Sefrinta, menegaskan bahwa Batang sedang ditransformasikan menjadi pusat inovasi berkelanjutan.

Pihaknya secara khusus membidik investasi di sektor-sektor masa depan, yang meliputi ekosistem kendaraan listrik (EV Ecosystem), peralatan medis (Medical Device), elektronik, hingga energi terbarukan (Renewable Energy).

Terkait kesiapan, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyebutkan bahwa keunggulan utama kawasan ini adalah kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu.

KEK Industropolis Batang tidak sekadar menyediakan lahan industri, melainkan mengintegrasikan tiga sektor utama sekaligus, yakni industrial & processing, logistic & distribution, serta tourism.

Daya tarik investasi ke Indonesia, khususnya ke Batang, mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Direktur Promosi Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Cahyo Purnomo, memaparkan data investasi yang menjanjikan:

"Pada tahun 2025 saja, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD 3,12 miliar, sehingga total investasi dalam lima tahun terakhir melampaui USD 18 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,2 persen," ucapnya.

Ketahanan ekonomi Indonesia juga menunjukkan performa yang sangat resilien di tengah dinamika global.

Lada kuartal pertama tahun 2026 investasi langsung Indonesia tercatat mencapai USD 30,2 miliar atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara year-on-year.

Lebih lanjut, Cahyo menjelaskan terkait dukungan regulasi bagi KEK Industropolis Batang di era Presiden Prabowo.

"Pemerintah Indonesia terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan perizinan berbasis risiko melalui OSS, insentif fiskal dan non-fiskal yang kompetitif, serta penguatan standar industri yang selaras dengan kerangka ESG global," imbuhnya.

Pertumbuhan investasi hilirisasi bernilai tambah tinggi di Indonesia yang meningkat lebih dari 43 persen pada tahun 2025.

Khususnya pada sektor mineral strategis seperti nikel dan kobalt. Juga membuka peluang besar bagi KEK Industropolis Batang untuk berkembang sebagai pusat rantai pasok regional Indo-Pasifik yang aman, terdiversifikasi, dan berkelanjutan melalui dukungan teknologi maju dari Jepang.

Dukungan serupa datang dari Bank Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, meyakinkan bahwa KEK Industropolis Batang memiliki nilai tawar yang kuat bagi investor High-Tech Jepang.

Hal ini didukung oleh kebijakan Local Currency Transaction (LCT), stabilitas sistem keuangan nasional, dan insentif fiskal yang komprehensif. (yan)

Editor : Ida Nor Layla
#jepang #batang #KITB Batang