Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tender Sekolah Rakyat Batang Digelar Pertengahan Bulan, Target Akhir Tahun Progres Fisik Terlihat

Riyan Fadli • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:54 WIB
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Willopo
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Willopo

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pembangunan mega proyek "Sekolah Rakyat" di Kabupaten Batang oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dipastikan segera terealisasi pemancangannya tahun ini.

Proses kelengkapan dokumen readiness criteria (kriteria kesiapan) terus dikebut untuk mengejar jadwal lelang atau tender proyek yang ditargetkan berlangsung pada pertengahan bulan ini.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Willopo, menegaskan bahwa peluang terbangunnya fasilitas pendidikan ini di Batang sudah mencapai angka 99,99 persen. 

Dari seluruh Indonesia, Batang menjadi satu dari 11 kabupaten/kota yang terpilih mendapatkan alokasi pembangunan dari pusat, karena dinilai paling siap dari segi penyediaan lahan.

"Sertifikat lahan seluas kurang lebih 8,3 hektare di Desa Clapar, Kecamatan Subah sudah berstatus milik Pemda," beber Willopo.

Secara tata ruang, lahan tersebut dinilai sangat strategis dan aman karena peruntukannya memang untuk permukiman perkotaan.

"Lahan tersebut dipastikan clear and clean, tidak dalam sengketa, dan bukan merupakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)," tegasnya.

Sejumlah persyaratan administratif krusial seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan dokumen pernyataan hibah pakai lahan kepada Kementerian Sosial juga telah diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, penyusunan dokumen lingkungan (UKL-UPL) saat ini sudah hampir memasuki tahap final.

Untuk menerbitkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Pemkab Batang saat ini tinggal menunggu penyelesaian Detail Engineering Design (DED) dari pusat.

"Tim dari Satker Jateng Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU sudah turun ke Batang untuk melakukan test soil (uji tanah) dan pemetaan topografi sebagai bahan pembuatan DED," imbuh Willopo.

Terkait target penyelesaian fisik gedung, Wilopo berharap konstruksi dapat dikebut.

"Pembangunan diharapkan selesai akhir tahun, atau setidaknya pada akhir tahun ini sudah ada progres fisik yang kelihatan bagus, meskipun kewenangan penuh ada di tangan Kementerian PU," jelasnya.

Secara teknis, site plan (rencana tapak) Sekolah Rakyat ini dirancang dalam skala besar untuk menampung kuota hingga 1.000 siswa.

Desain gedung akan mencakup total 36 ruang kelas yang terbagi atas 18 kelas SD, 9 kelas SMP, dan 9 kelas SMA.

Di kawasan tersebut juga akan dibangun infrastruktur penunjang terpadu, seperti asrama siswa, lapangan upacara, hingga gedung serbaguna.

Pihak Dinsos Batang mencatat setidaknya ada 750 lebih keluarga di Batang yang masuk dalam kriteria sasaran.

Sasarannya khusus untuk keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 (miskin ekstrem dan sangat miskin).

Nantinya, tim pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) akan melakukan verifikasi dan validasi langsung dari pintu ke pintu (door to door) untuk menjaring calon siswa.

Dukungan pembangunan infrastruktur pendidikan ini juga mengalir dari wilayah setempat.

Camat Subah, Muhammad Yasin, menilai kawasan Desa Clapar sangat aman dan representatif untuk ekosistem sekolah bersistem asrama.

"Keberadaan bangunan ini nantinya dipastikan tidak akan mengganggu pangsa pasar sekolah-sekolah swasta di Subah, karena market peserta didiknya sangat spesifik, yakni khusus bagi masyarakat tidak mampu yang masuk dalam desil kemiskinan," pungkas Yasin. (yan/ida)

Editor : Riyan Fadli
#Sekolah Rakyat #batang #dinas sosial