Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tekan Angka Rujukan ke Luar Kota, Fasilitas Kesehatan di Batang Kebut Pemenuhan Standar KRIS

Riyan Fadli • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:08 WIB
TINJAUAN: Kepala Dinkes Batang saat meninjau ruangan rawat inap untuk pasien. 
TINJAUAN: Kepala Dinkes Batang saat meninjau ruangan rawat inap untuk pasien. 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Kabupaten Batang yang membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut kini diharapkan tidak perlu lagi jauh-jauh dirujuk ke luar daerah.

Menjawab tantangan tersebut, fasilitas kesehatan di wilayah ini mulai dipacu untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memenuhi aturan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ditetapkan pemerintah.

Langkah konkret penyesuaian regulasi ini salah satunya dilakukan oleh Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS QIM) Batang.

Rumah sakit swasta tersebut baru saja meresmikan penambahan puluhan ruangan baru serta meng-upgrade alat diagnostik vital berupa CT Scan menjadi 64 Slice.

Direktur RS QIM Batang, dr. Bekti Mastiadji, menegaskan bahwa penambahan fasilitas ini bukan sekadar perluasan bisnis, melainkan respons atas regulasi pemerintah terkait KRIS.

Sistem baru ini mensyaratkan 12 kriteria ketat agar ruang perawatan lebih manusiawi dan mempercepat proses penyembuhan.

"Latar belakangnya adalah adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan pasien itu harus nyaman. Sehingga ada yang namanya KRIS. Sakit, tapi nyaman biar tetap cepat sembuh," ungkap dr. Bekti, Selasa 9 Juni 2026.

Lebih lanjut, dr. Bekti menyoroti masalah tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah akibat keterbatasan alat dan SDM. Ke depan, rumah sakit dituntut memiliki kompetensi mandiri.

"Kalau di sini sudah mampu, ya tidak usah dikirim (dirujuk) ke sana. Kompetensi ini kami lengkapi dengan CT Scan 64 slice, di mana sebelumnya kami hanya memiliki 16 slice," tegasnya.

Untuk mengimbangi kecanggihan alat tersebut, rumah sakit juga dituntut memperkuat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Saat ini, RS QIM menyiagakan 50 tenaga dokter, dengan 37 di antaranya merupakan dokter spesialis yang bertugas mendiagnosis dan memberikan terapi lanjutan.

Upaya pemenuhan standar dan peningkatan kompetensi medis ini mendapat sorotan positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, Ida Susilaksmi, menyebut langkah ini sebagai terobosan krusial untuk menutup blank spot pelayanan kesehatan di daerahnya.

"Kami dari Pemkab Batang sangat mengapresiasi. Penambahan 20 tempat tidur dan fasilitas CT Scan 64 slice ini akan sangat mendukung pelayanan masyarakat di Kabupaten Batang," ujar Ida.

Ida juga memberikan penekanan bahwa standar tinggi ini tidak boleh hanya berhenti di satu rumah sakit.

"Harapannya ini juga diikuti oleh seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Batang, supaya kita bisa sama-sama memberikan layanan yang semaksimal mungkin untuk masyarakat," imbuhnya.

Meski meresmikan layanan baru yang terdiri dari 44 ruangan (terbagi di dua sayap bangunan untuk rawat inap dan ruang tindakan), manajemen RS QIM memastikan tidak ada perubahan penggolongan kelas. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#RS Qim #kesehatan #batang