Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Fokus Regenerasi Atlet, ESI Batang Genjot Pembinaan Esports Tingkat Pelajar

Riyan Fadli • Senin, 15 Juni 2026 | 14:05 WIB
Alizuna Jazzinur Fatah, Ketua Umum Esports Indonesia (ESI) Batang 
Alizuna Jazzinur Fatah, Ketua Umum Esports Indonesia (ESI) Batang 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Perkembangan ekosistem esports di Kabupaten Batang terus menunjukkan geliat positif.

Guna mematahkan stigma di masyarakat dan mencetak atlet berprestasi, Pengurus Cabang Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Batang kini tengah tancap gas menggenjot pembinaan atlet di tingkat pelajar.

Ketua Umum ESI Batang, Alizuna Jazzinur Fatah, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar di lapangan adalah pandangan sebelah mata dari lingkungan masyarakat.

Kompetisi esports kerap kali masih dianggap sekadar ajang bermain game, bukan sebagai cabang olahraga adu ketangkasan dan strategi.

"Harapannya pasti dari pihak ESI Batang sendiri sangat menggenjot pembinaan di kalangan pelajar. Apalagi sekarang sudah ada kompetisi tingkat Kelompok Umur (KU) 17 di Jawa Tengah," terang Alizuna.

Ia menambahkan, upaya menjaring bibit unggul ini sebenarnya sudah dilakukan secara konsisten.

"ESI Batang sendiri sudah menggenjot tingkat pelajar itu dari tahun 2020. Ya, kami masih terus berusaha untuk mencari regenerasi atlet," imbuhnya.

Terkait peta kekuatan atlet esports lokal, Alizuna mengakui hingga saat ini belum ada tim murni berisi pemain asli Batang yang merumput di kasta liga seperti Mobile Legends Development League (MDL).

Keterwakilan Batang di MDL Season 8 sempat diisi oleh tim Jordan Legend, yang merupakan tim asal Sukabumi. Ada satu atlet Batang yang ikut bergabung dalam tim tersebut.

Meski begitu, potensi gamers lokal Batang patut diperhitungkan. Prestasi tertinggi yang pernah diraih tim asal Batang untuk divisi Mobile Legends adalah menyabet gelar Juara 2 pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Surakarta tahun 2022 lalu.

Sayangnya, regenerasi dan mempertahankan tim menjadi rintangan tersendiri.

"Setelah Kejurda itu, anak-anak (pemain) pada misah karena kesibukan pada kerja dan lain-lain," keluh Alizuna.

Agar pembinaan lebih terarah dan selaras dengan target medali daerah, ESI Batang saat ini memusatkan pelatihan pada nomor game yang resmi dipertandingkan.

"Untuk game, kita patokannya di nomor yang dilombakan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ada Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, eFootball, sama Lokapala," pungkasnya.

Dengan bergeraknya ESI Batang ke akar rumput sekolah-sekolah, diharapkan ekosistem esports di Batang semakin profesional.

Upaya ini diyakini mampu melahirkan atlet-atlet esports muda yang siap membawa nama harum Kabupaten Batang di kancah nasional, sekaligus membuktikan bahwa esports bukan sekadar mainan belaka. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#esport #pelajar #batang