Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Puluhan Pengelola Wisata Pantai Pantura Digembleng Pelatihan SAR di Batang

Riyan Fadli • Kamis, 25 Juni 2026 | 14:07 WIB
PELATIHAN: Para pengelola wisata saat menjalani latihan SAR di Pantai Ujungnegoro.
PELATIHAN : Para pengelola wisata saat menjalani latihan SAR di Pantai Ujungnegoro.

METROPEKALONGAN.COM, Batang — Keamanan dan kenyamanan pengunjung di kawasan wisata bahari Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah menjadi atensi utama pemerintah provinsi.

Guna mencegah terjadinya kecelakaan (laka) laut serta mengantisipasi dampak ekstrem seperti banjir rob, sebanyak 30 pengelola destinasi wisata pantai mengikuti Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari di Kabupaten Batang, Kamis 25 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah ini berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juni.

Pelatihan bertujuan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola yang kompeten dan tanggap darurat, minimal setara dengan kualifikasi lifeguard profesional.

Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disporapar Jateng, Riyadi Kurniawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin keselamatan wisatawan.

"Total peserta berjumlah 30 orang. Rinciannya, 14 orang perwakilan pengelola wisata pantai Kabupaten Batang, 12 orang dari Kabupaten Kendal, dan 4 orang dari Kabupaten Pekalongan," ungkap Riyadi.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori di dalam ruangan, tetapi juga ditempa melalui simulasi praktik langsung di lapangan.

Dengan menggandeng narasumber ahli dari BMKG Pusat, Stasiun BMKG Ahmad Yani, Ditpolairud Polda Jateng, serta Basarnas Semarang dan Unit Siaga Pemalang, para peserta dilatih teknik mengevakuasi wisatawan saat laka laut hingga tata cara pertolongan pertama di sisi darat.

Terkait ancaman banjir rob, Riyadi menyoroti perlunya mitigasi proaktif. Meski tidak memicu penurunan tren wisatawan secara signifikan dibanding wisata alam pegunungan, rob yang kerap melanda wilayah Semarang, Kendal, Pekalongan, Tegal, hingga Batang harus diantisipasi dengan matang.

Pengelola kini diwajibkan untuk memetakan jadwal pasang surut dan mempublikasikan peringatan dini tersebut melalui platform media sosial masing-masing, sehingga calon wisatawan bisa merencanakan kunjungannya pada waktu yang aman.

Di sisi lain, langkah strategis ini disambut sangat positif oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Kepala Bidang Destinasi & Usaha Pariwisata Disparpora Kabupaten Batang, Debby Sintya Rengganis, mengakui, selama ini para petugas pengamanan di pesisir Batang masih sangat minim mendapatkan pelatihan teknis terkait Search and Rescue (SAR).

"Di Kabupaten Batang sendiri, kami memiliki jajaran pantai yang menjadi primadona wisatawan, mulai dari Pantai Ujungnegoro, Sigandu, Kuripan, Celong, hingga Pantai Jodoh. Peningkatan kapasitas penjaga pantai di titik-titik ini sangat vital," beber Debby.

Menurutnya, hingga saat ini tingkat keselamatan di kawasan pantai Batang masih sangat terkendali. Belum ada laporan insiden laka laut yang berakibat fatal, dan setiap insiden selalu berhasil ditangani dengan sigap.

Ia berharap pelatihan ini semakin mematangkan kesiapsiagaan tim pengelola, sehingga target zero accident dapat terus dipertahankan demi kenyamanan pariwisata bahari di Kabupaten Batang. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#keamanan #penjaga pantai #pantai #sar #batang