Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Puluhan Kapal Nelayan Roban Timur Gelar Sedekah Laut, Wujud Syukur Tangkapan Melimpah

Riyan Fadli • Senin, 29 Juni 2026 | 14:11 WIB
NYADRAN: Puluhan warga dan nelayan mengikuti prosesi larung sesaji dalam tradisi Nyadran atau Sedekah Laut di pesisir Dusun Roban Timur, Desa Sengon, Kecamatan Subah.
NYADRAN: Puluhan warga dan nelayan mengikuti prosesi larung sesaji dalam tradisi Nyadran atau Sedekah Laut di pesisir Dusun Roban Timur, Desa Sengon, Kecamatan Subah.

 

METROPEKALONGAN.COM, BATANG – Puluhan kapal nelayan beriringan membawa sesaji menuju perairan Laut Jawa dalam puncak tradisi Nyadran atau Sedekah Laut di pesisir Dusun Roban Timur, Desa Sengon, Kecamatan Subah. Ritual adat tahunan ini digelar warga secara swadaya sebagai wujud syukur atas hasil laut yang melimpah sekaligus memohon keselamatan selama berlayar.

Sejak Minggu pagi, ratusan masyarakat memadati kawasan pesisir untuk mengikuti prosesi larung sesaji. Kegiatan ini juga dirangkai dengan doa bersama dan pesta rakyat nelayan setempat.

Ketua Panitia Pesta Rakyat Nelayan Roban Timur, Abdul Hakim, menyatakan bahwa pelestarian tradisi ini merupakan bentuk kewajiban warga pesisir dalam menjaga warisan leluhur.

Baca Juga: Anggaran Terbatas, Pemkot Pekalongan Tetap Gerakkan Padat Karya Bersihkan Sungai Demi Cegah Banjir

“Tradisi Nyadran atau Sedekah Laut ini sudah ada sejak sebelum kita ada. Ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya berupa hasil laut yang produktif dan menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan,” jelasnya.

Ia menegaskan, tradisi ini tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas antarnelayan. Ia menargetkan, agenda rutin ini dapat sejalan dengan peningkatan kesejahteraan nelayan ke depannya. Tahun ini agenda puncak itu berlangsung Minggu 28 Juni 2026.

“Mudah-mudahan melalui ungkapan rasa syukur ini masyarakat Roban Timur semakin sejahtera. Namun kesejahteraan itu juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan instansi terkait agar kehidupan nelayan semakin baik,” harapnya.

Terkait ekonomi nelayan, Hakim menyebutkan bahwa pendistribusian hasil tangkapan melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memegang peranan krusial untuk menjaga stabilitas harga. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan retribusi yang transparan.

Baca Juga: Puluhan Pengelola Wisata Pantai Pantura Digembleng Pelatihan SAR di Batang

“Dari retribusi yang diperoleh melalui TPI, harapannya dapat dikelola dan dikembalikan lagi kepada masyarakat untuk mendukung kesejahteraan nelayan, menjaga kestabilan harga, serta meningkatkan kualitas hasil tangkapan. Selain prosesi larung sesaji, rangkaian Nyadran juga diisi dengan doa bersama serta pesta rakyat yang diikuti masyarakat setempat. Tradisi tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antarnelayan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun,” terangnya.

Di sisi lain, Pemkab Batang terus mendorong tradisi Sedekah Laut ini sebagai aset pariwisata budaya yang potensial untuk menggerakkan roda ekonomi pesisir. Camat Subah, M. Yasin, memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerukunan warga Roban Timur yang terus konsisten nguri-uri (melestarikan) tradisi tersebut secara swadaya.

“Melalui penyelenggaraan Nyadran setiap tahun, diharapkan semangat gotong royong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap kelestarian sumber daya laut dapat terus terjaga, sehingga sektor perikanan di Kabupaten Batang semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujar dia.(yan/dit)

 

 

 

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Nelayan Roban Timur #Abdul Hakim #puncak tradisi Nyadran #alas roban #sedekah laut