METROPEKALONGAN.COM, Batang – Program seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang tak hanya difokuskan untuk meringankan beban orang tua. Lebih dari itu, program ini harus mampu menghidupkan roda ekonomi warga sekitar.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan. Instruksi tegas ini menyusul adanya sorotan dari sejumlah pelaku UMKM konveksi dan jasa jahit yang merasa belum dilibatkan secara maksimal dalam proyek seragam gratis yang dibiayai oleh Pemkab Batang tersebut.
Faiz menegaskan bahwa sejak awal arahannya sudah jelas: berdayakan penjahit sekitar sekolah. "Sebenarnya saya berharap itu dari sekolah melibatkan penjahit sekitar. Karena itu saya tetapkan dalam surat edaran bahwa anak-anak harus diukur langsung. Tidak boleh menggunakan ukuran standar seperti M, L, atau XL," kata Faiz.
Kebijakan wajib ukur langsung ini bukan tanpa alasan. Selain memastikan baju pas di badan siswa, langkah ini secara otomatis akan membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi para penjahit kampung yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Batang.
"Seragam harus benar-benar sesuai dengan ukuran tubuh anak. Karena itu harus diukur langsung. Dengan begitu otomatis akan melibatkan lebih banyak penjahit di sekitar sekolah," ujarnya.
Baca Juga: Abrasi Telan Pantai Sigandu, Hanya Sisakan Puing-Puing Reruntuhan
Tak hanya soal pelibatan UMKM lokal, kualitas bahan juga menjadi sorotan tajam. Pemkab Batang telah menetapkan standar bahan kain katun khusus untuk atasan agar anak-anak nyaman saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Waktu produksi pun diwanti-wanti agar tidak molor.
"Upayakan pada minggu pertama anak-anak masuk sekolah, seragam sudah bisa didistribusikan. Itu menjadi pertimbangan penting selain kualitas," katanya.
Bupati Faiz menekankan, prioritas utama program ini adalah anak-anak mendapatkan haknya dengan layak dan tepat waktu. Namun, efek domino berupa kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM juga merupakan nilai tambah yang wajib dikejar.
Baca Juga: Komitmen Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid Entaskan ATS Tuai Penghargaan
"Yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah adalah anak-anak mendapatkan seragam yang bagus, berkualitas, sesuai ukuran tubuh mereka, dan diterima tepat waktu. Adapun dampak ekonomi atau multiplier effect bagi UMKM merupakan manfaat tambahan yang tentu juga kita harapkan," jelasnya.(yan/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto