METROPEKALONGAN.COM. Batang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang mencatat adanya tren kenaikan jumlah pemilih pada Triwulan II Tahun 2026. Kenaikan yang mencapai angka 6 ribuan jiwa ini diiringi dengan imbauan agar masyarakat lebih tertib dalam mengurus administrasi kependudukan, khususnya terkait akta kematian bagi warga yang telah meninggal dunia.
Ketua KPU Kabupaten Batang, Susanto Waluyo, menjelaskan bahwa rekapitulasi data pemilih pada Triwulan II ini merupakan hasil pemutakhiran berkelanjutan dari Triwulan I, yang ditambah dengan pengolahan data selama tiga bulan terakhir.
"Datanya ada masukan dari Bawaslu, dari stakeholder terkait. Laporan ke Bawaslu itu nantinya akan sampai ke KPU untuk ditindaklanjuti, baik itu untuk pemilih TMS (Tidak Memenuhi Syarat), pemilih baru, maupun data yang masuk," ujar Susanto Waluyo, Rabu (1/7/2026).
Selama ini, banyak kasus warga yang meninggal dunia hanya dilaporkan sebatas di tingkat desa atau kelurahan, tanpa ditindaklanjuti hingga penerbitan Akta Kematian di Disdukcapil.
"Kita dorong kepada warga kita di Kabupaten Batang, bilamana ada pemilih TMS khususnya yang meninggal dunia, laporannya ditingkatkan ke Disdukcapil. Supaya tertib administrasi dan bisa dipergunakan, termasuk agar secara resmi dicoret dari data pemilih yang ada," pungkas Susanto.
Baca Juga: 50 Personel Polres Pekalongan Kota Resmi Naik Pangkat, Diminta Jaga Profesionalisme dan Integritas
Tingginya angka TMS karena faktor meninggal dunia dan pindah domisili menjadi sorotan KPU Kabupaten Batang. Susanto Waluyo menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terkait tertib administrasi.
Sementara itu, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Batang, M Subhi menambahkan, jumlah total Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDB) di Triwulan II mencapai 644.644 jiwa. Terdiri dari pemilih laki-laki 322.101 jiwa, dan pemilih perempuan 322.543 jiwa. Penambahan pemilih baru sebanyak 10.778 jiwa lalu pemilih TMS) 4.721 jiwa. Terdapat lonjakan jumlah pemilih jika dibandingkan dengan Triwulan I yang berada di angka 638.587 jiwa, menjadi 644.644 jiwa pada Triwulan II.
"Dari triwulan 1 ke triwulan 2 kenaikannya di angka 6 ribuan. Untuk data pemilih TMS yang berjumlah 4.721 itu, kebanyakan disebabkan oleh pindah domisili atau pindah keluar, serta warga yang meninggal dunia,"tandasnya. (yan/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto