METROPEKALONGAN.COM, Batang – Momentum libur sekolah kembali mendongkrak angka kunjungan wisata di pesisir utara. Salah satu destinasi andalan, Pantai Ujungnegoro, mencatat kenaikan jumlah wisatawan hingga 10 persen dibandingkan hari biasa. Kendati masih menjadi primadona karena hamparan pasirnya tak terlalu banyak terdampak rob, destinasi wisata unggulan di Kabupaten Batang ini menuai sorotan.
Wisatawan menilai Pantai Ujungnegoro mendesak membutuhkan pembenahan fasilitas agar mampu menjawab ekspektasi pengunjung yang terus berkembang. Ekspektasi tinggi acapkali berujung kekecewaan akibat minimnya inovasi infrastruktur. Hal ini dirasakan oleh Ida, 36, wisatawan asal Wiradesa, Pekalongan. Ia mengaku tertarik berkunjung setelah melihat unggahan yang berseliweran di media sosial.
“Di media sosial terlihat bagus sekali, tetapi saat datang ternyata masih seperti dulu. Saya ke sini sekitar 10 tahun lalu, ternyata kondisinya masih hampir sama,” ungkapnya menyayangkan.
Ida berharap ke depan, pihak pengelola wisata maupun pemerintah daerah bisa lebih kreatif menambah fasilitas penunjang yang ramah keluarga. “Mungkin bisa ditambah playground atau permainan anak yang sederhana di pinggir pantai. Dari dulu memang seperti itu, belum banyak perubahan,” ujarnya.
Baca Juga: Keaktifan Peserta JKN BPJS Kesehatan Pekalongan Tertinggi, Mencapai 71,59 Persen
Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Pariwisata, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Batang, Debby Sintya Rengganis, membenarkan adanya tren kenaikan kunjungan selama masa liburan ini. Ia menyebut kenaikan tersebut patut disyukuri meski belum melesat tajam.
“Kalau dibanding hari-hari biasa memang ada peningkatan, tetapi belum signifikan karena tren wisata sekarang cenderung bergeser ke pegunungan,” katanya.
Meski menghadapi tantangan pergeseran tren serta ancaman abrasi yang menghantui jalur Pantura, pemerintah daerah menegaskan kawasan yang juga menawarkan wisata religi ini tetap diandalkan. Untuk menjamin rasa aman wisatawan, petugas keselamatan pantai telah disiagakan di area pesisir.
Baca Juga: Kuota Program Keluarga Harapan (PKH) Terbatas, Warga Mampu Penerima PKH Diminta Undur Diri
“Kalau di Kabupaten Batang, khususnya destinasi yang dikelola pemerintah daerah, Pantai Ujungnegoro merupakan salah satu wisata primadona. Saat ini, Pemda menerapkan tarif masuk sebesar Rp5 ribu per orang dan parkir roda dua Rp2 ribu sesuai peraturan daerah,” jelas Debby.
Kondisi alam Pantai Ujungnegoro yang masih memiliki hamparan pasir luas menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi warga dari luar daerah yang wilayah pesisirnya telah tergerus alam. Imam, 34, seorang pengunjung asal Kota Pekalongan, sengaja memboyong keluarganya berlibur ke Batang karena pantainya dinilai masih utuh dan aman.
"Kalau menurut saya lumayan. Pantai utara sekarang banyak yang terkena abrasi dan rob, tapi di sini masih ada pantainya sehingga anak-anak masih bisa bermain pasir," tuturnya.
Ia pun melihat bahwa Kabupaten Batang memiliki peluang wisata yang luar biasa jika dikelola dengan lebih serius. “Kalau Pekalongan banyak wisata pantainya yang sudah terendam rob. Batang masih punya potensi wisata pantai yang besar. Kalau ditata dengan benar dan dikelola lebih baik, saya yakin bisa menarik lebih banyak wisatawan,” terang Imam. (yan/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto