Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bentuk Karakter Tangguh, Ratusan Siswa Digembleng Ala Tentara di KITB

Riyan Fadli • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:52 WIB
BERKARAKTER: Suasana penutupan Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) di KITB.
BERKARAKTER: Suasana penutupan Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) di KITB.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang yang digadang-gadang akan menjadi "Shenzhen-nya Indonesia" menciptakan iklim investasi global yang stabil dan berdaya saing tinggi.

Tidak hanya menyiapkan infrastruktur kelas dunia, KEK Industropolis Batang juga fokus menggembleng mental tenaga kerja lokal agar tahan banting di dunia industri.

Hal ini dibuktikan dengan penutupan secara resmi Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026, Jumat (3/7/2026). Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pasokan tenaga kerja lokal matang secara mental, fisik, dan kompetensi sebelum terjun ke lantai produksi.

Ratusan pelajar dididik disiplin ala tentara. Dalam upacara penutupan, mereka melakukan aksi baris berbaris hingga meneriakkan yel-yel ala tentara yang membuat acara semakin meriah. 

Suasana haru pun pecah saat satu persatu siswa yang berbaris dihampiri oleh orang tua mereka. Saling berpelukan, dan tangis haru pecah dintengah acara.

Baca Juga: Tidak Hanya di Lahan Pertanian, KDMP di Blora Sasar Lahan Sekolah SDN 1 Jetis

Plt. Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengungkapkan bahwa infrastruktur yang baik saja tidak cukup untuk menarik investor. Kawasan industri juga dituntut untuk menyediakan tenaga kerja yang siap pakai dan bermental baja.

Latar belakang lahirnya program PRIMA tidak lepas dari tingginya angka resign atau turnover karyawan lokal yang baru masuk ke dunia kerja. "Beberapa murid sudah terserap di pabrik, tetapi dalam satu hingga tiga bulan udah resign. Jadi turnover-nya tinggi sekali, sampai dengan 30 persen. Nah, ini sebetulnya yang menjadi alasan kenapa PRIMA hadir," ungkap Indri.

Menurutnya, penguatan karakter sangat penting agar para lulusan baru ini bisa beradaptasi dan menyatu (nge-blend) dengan budaya perusahaan multinasional di KEK Batang, yang banyak didominasi perusahaan dari Tiongkok hingga Amerika.

Baca Juga: Kuota Program Keluarga Harapan (PKH) Terbatas, Warga Mampu Penerima PKH Diminta Undur Diri

Terkait stereotip bahwa kawasan industri hanya akan mencetak "buruh" bagi lulusan SMK vokasi, Indri memberikan jawaban yang tajam dan inspiratif berdasarkan pengalaman pribadinya. "Kenapa dengan buruh? Sejatinya di kawasan industri, level pertama (new entry) adalah menjadi buruh. Tapi tidak hanya berhenti di situ. Saya sendiri mulai dari SMA, masuk ke kawasan industri di Jawa Barat sebagai buruh. Lihat saya sekarang ada di mana? Di KIT Batang sebagai Plt. Direktur Utama," tegas Indri.

Ia menambahkan bahwa program PRIMA dirancang untuk menciptakan bibit-bibit unggul bangsa. Dengan karakter dan mimpi yang kuat, seorang entry level kelak bisa naik posisi menjadi Manajer, General Manager, bahkan menyerap transfer knowledge dari perusahaan asing untuk menjadi pengusaha (entrepreneur).

Selama lima hari pelaksanaan, sebanyak 160 peserta dari 8 SMK dilibatkan aktif dalam program unggulan ini. Mereka tidak hanya belajar di kelas, melainkan langsung diterjunkan untuk melihat standar industri melalui kunjungan produksi ke beberapa pabrik ternama di kawasan, seperti PT Unipack Plasindo, PT Trax Sumbiri, dan PT Wavin Manufacturing.

Keberhasilan program ini mendapat apresiasi tinggi dari Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih menurutnya KEK Industropolis Batang tidak hanya membangun pabrik, tetapi secara nyata ikut membangun manusia. "Masyarakat Batang tidak lagi menjadi penonton, melainkan motor penggerak utama industri," tegasnya.

Baca Juga: Bong Cino Kuripan Jadi Arena Bermain Layang-Layang

Dampak dari program ini pun terbukti instan. Pasca-pelaksanaan PRIMA 2026, sejumlah tenant raksasa seperti PT Ace Medical Products dan PT Elecmental Longteng tercatat langsung menyerap ratusan lulusan SMK lokal tersebut untuk bekerja di perusahaannya. Ke depan, KEK Industropolis Batang berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas program ini setiap tahunnya. (yan/dit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan #Indri Septa Respati #KEK Industropolis Batang #KITB #Kabupaten Batang