Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Nahas, Seorang Petani Ditemukan Tewas Terpanggang Kebun Tebu di Banyuputih

Riyan Fadli • Selasa, 7 Juli 2026 | 10:06 WIB
KEBAKARAN: Petugas saat memadamkan area kenun tebu yang terbakar di Banyuputih.
KEBAKARAN: Petugas saat memadamkan area kenun tebu yang terbakar di Banyuputih.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang– Nasib nahas menimpa seorang petani paruh baya di Kabupaten Batang. Suprayitno, 70, warga Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi luka bakar di sekujur tubuh, Senin (6/7/2026).

Korban diduga terjebak saat musibah kebakaran melanda lahan perkebunan tebu tempatnya bekerja di Dukuh Grogol, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih.

Kapolsek Limpung, AKP Andi Fajar saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Pihaknya bersama piket Reskrim dan Unit Identifikasi Polres Batang langsung menerjunkan tim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan.

"Iya, benar. Kami menerima laporan sekitar pukul 09.20 WIB dan langsung mengecek TKP kebakaran kebun tebu yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat luka bakar," ungkap AKP Andi Fajar.

Baca Juga: Pemkab Pekalongan Bakal Ambil Alih Pengelolaan PRK, Cegah Potensi Jual-Beli Lapak

Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh dua orang saksi, yakni Salman, 52, dan Mukhlisin, 59, yang saat itu sedang melintas di Jalan Ketanggan – Grogol sekitar pukul 09.00 WIB. Keduanya berniat mengecek perkebunan tebu milik seorang warga bernama Munawar.

Sesampainya di lokasi, mereka terkejut melihat kebun tebu yang berada di timur Dukuh Grogol tersebut sudah dalam kondisi dilalap api. Merasa curiga, kedua saksi langsung melakukan pengecekan ke area sekitar. Dugaan buruk muncul ketika mereka melihat sepeda motor milik korban terparkir di pinggir jalan.

"Saksi kemudian mencari keberadaan korban yang memang sehari-hari bertugas merawat kebun tebu tersebut. Saat mengecek ke arah selatan dan tanggul jalan, saksi menemukan sebilah sabit," jelas Kapolsek.

Baca Juga: Kasus Gigitan Ular di Kabupaten Pekalongan Meningkat, Begini Kata RSUD Kajen

Nahas, tak jauh dari penemuan sabit tersebut, saksi melihat tubuh korban sudah tergeletak tengkurap di dalam parit antara jalan raya dan kebun tebu. Pakaian berupa kaos, celana, hingga sepatu boot yang dikenakan korban sudah dalam kondisi terbakar. Saksi yang panik kemudian berteriak meminta tolong, melapor ke perangkat desa setempat, dan diteruskan ke Polsek Limpung.

 

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Banyuputih, polisi memastikan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam insiden ini. Kematian korban murni disebabkan oleh luka bakar akibat terjebak dalam kebakaran lahan tebu.

"Hasil pemeriksaan tenaga medis dan tim identifikasi menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban," tegas AKP Andi Fajar.

Baca Juga: Program Magang ke Jepang Menarik Minat Ratusan Anak Muda

Atas kejadian ini, pihak keluarga korban telah menerima dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai musibah. Keluarga juga secara resmi menolak untuk dilakukan proses autopsi yang dikuatkan dengan surat pernyataan tertulis.

"Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan sebagaimana mestinya," pungkasnya. (yan/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#kebun tebu #AKP Andi Fajar #peristiwa kebakaran lahan #kebakaran #Kabupaten Batang