Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Proyek Jembatan Kali Belo Dikebut, Ditarget Rampung Oktober

Riyan Fadli • Selasa, 7 Juli 2026 | 10:10 WIB
DARURAT: Kondisi terkini jembatan darurat Kali Belo di Desa Tersono, Kabupaten Batang. 
DARURAT: Kondisi terkini jembatan darurat Kali Belo di Desa Tersono, Kabupaten Batang. 

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Demi memulihkan urat nadi transportasi warga, perbaikan infrastruktur di kawasan Jembatan Kali Belo, Kecamatan Tersono, dikebut. Pemkab Batang melalui DPUPR menerapkan sistem kerja 24 jam non-stop untuk mempercepat renovasi jembatan. Saat ini, jembatan darurat sudah kokoh berdiri dan mulai bisa dilintasi warga. 

Di saat yang sama, proyek pembangunan jembatan permanen terus dikebut dan diprediksi rampung melampaui target awal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang, Endro Suryono mengungkapkan, akselerasi proyek merupakan respons cepat usai tinjauan langsung Bupati Batang ke lokasi beberapa waktu lalu. Saat ini, seluruh konstruksi berjalan mulus sesuai rencana.

“Alhamdulillah pekerjaan dikejar siang malam selama 24 jam. Hari Rabu jembatan darurat sudah bisa dilewati masyarakat. Sekarang konstruksi jembatan permanen juga sudah berjalan dengan progres yang positif,” katanya.

Melihat tren positif di lapangan, DPUPR Batang mematok target yang lebih optimistis. Secara kontrak kerja, proyek Jembatan Kali Belo sebenarnya baru berakhir pada November 2026. Namun, Endro yakin infrastruktur ini bisa dinikmati masyarakat sebulan lebih cepat.

Baca Juga: Taman Sorogenen Belum Tersentuh Perawatan, Kini Jadi Taman Rumput Liar

“Kami meyakini pekerjaan di sana masih on the track. Walaupun jadwal kontraknya sampai November, harapan besar kami Oktober sudah bisa selesai,” jelasnya.

Proyek infrastruktur berskala besar ini memakan anggaran daerah sekitar Rp 8,6 miliar. Fokus pekerja di lapangan saat ini adalah pembangunan abutment (struktur dinding penahan tanah) di kedua ujung jembatan, sebelum struktur utama dipasang.

Konsep jembatan baru ini difokuskan murni pada kekuatan fisik dan fungsi jangka panjang menggunakan ketahanan struktur baja, bukan sekadar desain estetis.

“Nantinya, wajah baru Jembatan Kali Belo akan jauh berbeda dan lebih gagah dibanding versi lamanya. Jembatan baru ini dirancang memiliki bentang sepanjang 42 meter dengan pondasi gelagar baja. Pemilihan material ini menjamin jembatan akan jauh lebih kuat dan memberikan rasa aman yang maksimal bagi setiap pengendara yang melintas,” terangnya.

Jembatan ini dibuat lebih lebar untuk memperlancar aktivitas warga. Lebar jembatan lama sekitar 5 meter dianggap sempit dan rawan macet. Sedangkan, lebar jembatan baru akan dibangun 7 meter.

“Lebarnya menjadi 7 meter. Enam meter untuk jalur kendaraan, kemudian masing-masing sisi ada trotoar setengah meter. Bentangnya juga lebih panjang sehingga ruang lalu lintas menjadi lebih longgar,” pungkasnya. (yan/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#DPUPR Batang #kali belo #perbaikan jembatan #perbaikan infrastruktur #Kabupaten Batang