METROPEKALONGAN.COM, Batang – Guna mendongkrak kualitas pendidikan usia dini, Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) menggelar Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM). Diikuti oleh 290 Kepala dan Guru RA se-Kabupaten Batang, acara ini dipusatkan di Gedung Islamic Center Batang.
Mengusung tema "Meningkatkan Mutu Madrasah Melalui Tata Kelola yang Profesional dan Berkarakter", kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran birokrasi setempat.
Hadir dalam pembukaan, Wakil Bupati Batang Suyono, Plt Kakankemenag Batang Munif, Kasi Pendidikan Madrasah Luthfi Efendi, para Pengawas RA se-Kabupaten Batang, serta Pengelola Islamic Center Batang H. Mahrus.
Ketua PD IGRA Batang, Nur Khanah, menegaskan bahwa workshop manajemen ini menjadi langkah strategis agar lembaga pendidikan RA mampu bertransformasi menjadi institusi yang lebih bermutu.
Baca Juga: Nahas, Seorang Petani Ditemukan Tewas Terpanggang Kebun Tebu di Banyuputih
“Kepala RA harus selalu semangat dan percaya diri. Melalui tata kelola yang baik, kita optimistis RA dapat melahirkan generasi yang berkarakter dan memiliki akhlakul karimah,” ungkap Nur Khanah.
Apresiasi senada juga datang dari Plt Kakankemenag Batang, H. Munif. Ia berharap ilmu dari lokakarya ini bisa langsung diimplementasikan untuk memajukan tata kelola pendidikan di Kabupaten Batang.
“Pengelolaan pendidikan saat ini menuntut adanya inovasi. Melalui workshop ini, para peserta akan dibekali kiat-kiat strategis dalam membangun mutu pendidikan RA,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Bakal Ambil Alih Pengelolaan PRK, Cegah Potensi Jual-Beli Lapak
Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono, menititikberatkan pentingnya soliditas dan koordinasi antar-guru dalam memajukan madrasah. Menurutnya, tenaga pendidik harus adaptif terhadap ilmu pengetahuan kontemporer demi memantik inovasi belajar.
“Aset terbesar bangsa ini adalah generasi muda. Jika pemuda kita memiliki basis ilmu yang tinggi, negara ini akan menjadi bangsa yang hebat. Ibu-ibu guru RA harus menjadi cahaya ilmu dan pengetahuan yang menuntun anak-anak menyongsong cita-citanya,” jelas Wabup Suyono.
Wabup juga mendorong para pendidik untuk mencetak anak didik bermental 'Petarung'—yakni generasi pejuang yang energik, tangguh, mandiri, kreatif, dan menjunjung tinggi kejujuran.
“Mari para guru untuk memperluas wawasan dengan rajin membaca,” tegasnya.
Selain pengarahan, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi sosial. Wakil Bupati Batang secara simbolis menyerahkan bantuan sembako dan santunan kepada 13 orang guru RA terpilih. (yan/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto