METROPEKALONGAN.COM, Batang– Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang terus berupaya maksimal dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau KEK Industropolis Batang. Melalui program "Dapat Kerja" (Daker) dan penguatan kompetensi, Disnaker optimistis angka penyerapan tenaga kerja asal Batang akan terus meningkat signifikan.
Kepala Disnaker Kabupaten Batang, Suprapto, mengungkapkan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal secara keseluruhan di kawasan tersebut telah mencapai angka 65 hingga 68 persen.
"Kalau yang padat karya di KITB malah sudah lebih dari 80 persen menyerap tenaga kerja lokal, seperti pabrik sepatu. Kebanyakan memang warga di sabuk penyangga," ungkap Suprapto, Jumat 10 Juli 2026.
Salah satu kunci sukses penyerapan tenaga kerja lokal ini didorong oleh strategi pelatihan yang tepat sasaran melalui program Daker dengan sistem jemput bola. Perusahaan diberikan kesempatan untuk melakukan seleksi terlebih dahulu, dan bagi calon tenaga kerja yang belum memenuhi standar kompetensi, Disnaker akan memfasilitasi dengan pelatihan intensif.
Baca Juga: Kucurkan Rp 24,1 Miliar, Pemkab Batang Kebut Pencairan Hibah Keagamaan 2026
"Jadi pertama ditempatkan dulu, seleksi, ditempatkan. Baru nanti kalau tidak sesuai kompetensi, terus dilatih. Setelah pelatihan ini mendapatkan kompetensi, otomatis dipekerjakan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa upaya ini efektif, terlihat dari asesmen terbaru di mana dari 150 calon pekerja yang dipanggil, lebih dari 100 orang diproyeksikan segera diterima bekerja karena kompetensi yang diinginkan perusahaan telah terpenuhi.
Meskipun penyerapan untuk tingkat pendidikan SLTA ke bawah berjalan mulus, Suprapto mengakui bahwa lulusan pendidikan menengah ke atas masih membutuhkan perhatian khusus agar bisa bersaing.
"Diploma dan sarjana itu yang menjadi PR kita. Karena walaupun sarjana atau diploma, kan harus sesuai kompetensinya juga," tuturnya.
Oleh karena itu, Disnaker sangat mendorong lulusan pendidikan tinggi di Batang untuk membekali diri dengan sertifikasi dan keahlian spesifik di luar kemampuan akademik. "Saya sarankan diusahakan ditambah keterampilannya. Minimal bahasa, kalau bisa bahasa Inggris, syukur-syukur bisa Mandarin, Korea, atau Jepang. Kemudian kalau bisa ikuti pelatihan K3," tegasnya.
Sebagai langkah memastikan transparansi, Disnaker Kabupaten Batang juga mewajibkan seluruh perusahaan di wilayahnya untuk mengintegrasikan aktivitas ketenagakerjaan melalui portal Batang Karir. "Bahkan Batang Karir kita kembangkan, setiap perusahaan harus melaporkan data ketenagakerjaannya lengkap. Jadi tidak hanya mulai perekrutan, nanti penempatan dan lain sebagainya, baik pekerja asing maupun lokal harus tercantum di Batang Karir," tandasnya. (yan/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto