Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Rapat Paripurna DPRD Batang: Jadikan Pariwisata Motor Pertumbuhan Ekonomi 2027

Riyan Fadli • Jumat, 10 Juli 2026 | 13:00 WIB
KUA PPAS: Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang. 
KUA PPAS: Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang. 

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemkab Batang secara resmi menyerahkan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Kabupaten Batang. Penyerahan dokumen strategis tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar pada Jumat 10 Juli 2026.

Pada rancangan tahun 2027 ini, Pemkab menaruh perhatian khusus pada sektor pariwisata yang diproyeksikan sebagai ujung tombak atau trigger kebangkitan ekonomi daerah.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengungkapkan bahwa KUA PPAS 2027 yang merupakan turunan dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ini dirancang untuk menciptakan iklim pariwisata yang lebih berkualitas.

"Fokus kita ke depan adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi di-trigger melalui sektor-sektor pariwisata. Oleh sebab itu, fokus pembangunan adalah bagaimana menciptakan tourism kita agar lebih bagus, lebih layak, dan lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat dari luar daerah," tegasnya usai mengikuti Rapat Paripurna. 

Ia mengakui, hingga saat ini sumbangsih sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang masih tergolong minim, yakni di bawah angka 10 persen. Oleh karenanya, akselerasi di sektor ini menjadi prioritas agar potensinya bisa tergarap maksimal.

Baca Juga: Info Loker Batang 2026: Perusahaan di Batang Ini Cari Staff Administrasi, Gaji Tembus Rp 3,5 Juta!

Menjawab sorotan terkait tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) pada tahun sebelumnya, Pemkab telah meracik strategi khusus. Pelaksanaan proyek tidak lagi ditumpuk pada akhir tahun, melainkan didistribusikan secara merata sejak awal tahun anggaran.

"Kita mulai membagi proyek itu dari kuartal pertama hingga kuartal keempat. Jadi tidak boleh numpuk di belakang. Desember tahun ini kita sudah mulai ada lelang dini. Sehingga harapannya di kuartal pertama sudah mulai ada pekerjaan dan di akhir tahun tidak ada lagi SiLPA yang terlalu besar," bebernya.

Dalam paparannya, terdapat enam destinasi wisata unggulan yang akan menjadi fokus pengembangan, yaitu Pantai Sigandu, Desa Wisata Tombo, Kebun Teh Pagilaran, Bandar Eco Park, Pantai Jodo, serta Curug Genting.

Khusus untuk Pantai Sigandu yang tengah menghadapi ancaman abrasi serius, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan.

"Penyelamatan abrasi ini PR yang cukup besar dan tidak mungkin kita lakukan sendiri. Harus ada partisipasi dan kolaborasi dari pemerintah pusat, provinsi, sampai daerah," ujarnya.

Sebagai solusi adaptif di kawasan pesisir, pihaknya akan memaksimalkan potensi hutan mangrove yang sudah ada untuk disulap menjadi destinasi wisata alam yang menarik.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi, menyambut baik penyerahan draf KUA PPAS 2027 tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk segera melakukan pembahasan komprehensif agar alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Kuota Pekerja Lokal di KITB Kini Capai 68 Persen, Pabrik Padat Karya Sukses Serap 80 Persen

"Kami di jajaran DPRD tentu mendukung penuh arah kebijakan eksekutif yang menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi. Namun, kami juga akan mengawal dengan ketat agar pelaksanaannya proporsional, termasuk pemerataan infrastruktur penunjang dan strategi antisipasi SiLPA melalui lelang dini tadi," terang Suudi.

Pihaknya berharap sinergi yang terbangun antara legislatif dan eksekutif ini mampu melahirkan APBD 2027 yang sehat, responsif terhadap kebutuhan daerah, dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Kabupaten Batang.(yan/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#wisata kabupaten batang #wisata #DPRD Batang #rapat paripurna #Kabupaten Batang