METROPEKALONGAN.COM, Batang – Komitmen Pemerintah Kabupaten Batang di bawah kepemimpinan Bupati M. Faiz Kurniawan dan wakilnya Suyono untuk memajukan pendidikan dan meringankan beban wali murid terus diperkuat.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami perluasan sasaran yang sangat signifikan.
Terdapat perbedaan mencolok antara pelaksanaan program pada tahun pertama (tahun ajaran 2025/2026) dengan tahun kedua saat ini.
Jika pada tahun pertama Pemkab Batang menyalurkan seragam untuk sekitar 20.000 siswa (14.000 SD dan 8.500 SMP) dengan dominasi sekolah negeri dan serapan anggaran Rp 3,5 miliar, tahun ini sasaran penerima manfaat diperluas secara masif.
Tahun ini, janji kampanye untuk merangkul sekolah swasta benar-benar direalisasikan. Berdasarkan data terbaru, target penerima seragam gratis mencapai 30.000 siswa.
"Tahun ini kami membagikan seragam gratis ke seluruh siswa kelas 1 SMP, baik negeri maupun swasta, termasuk MTs dan SMP Islam. Semuanya kita berikan seragam putih biru. SD swasta juga dapat, SD negeri dapat, SD swasta dapat, SMP negeri, SMP swasta dapat. Totalnya ada lebih dari 30.000 seragam yang kita bagikan," ungkap Bupati Batang M. Faiz Kurniawan usai penyerahan seragam secara simbolis di SMPN 1 Kandeman, Selasa (14/7/ 2026).
Perluasan jangkauan ini otomatis mendongkrak alokasi anggaran. Jika tahun lalu menelan dana Rp 3,5 miliar, tahun ini estimasi anggaran pendidikan untuk program seragam diprediksi menyentuh angka sekitar Rp 4 miliar khusus untuk sekolah negeri, dan sekitar Rp 2 miliar untuk mengcover sekolah swasta.
Di tingkat pelaksana teknis, proses pendataan dan distribusi masih terus berjalan.
Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, melalui Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar, Diana Dwi Puspitawati memaparkan bahwa sasaran awal untuk tingkat SD tahun ini mencapai 14.225 siswa dan 672 SD swasta.
Anggaran yang disiapkan untuk jenjang SD mencapai Rp 2 miliar, di mana realisasi khusus untuk SD Negeri saat ini sudah menyentuh angka Rp 1,7 miliar dan SD swasta Rp 84 juta. SD swasta yang tercover ada 9 sekolah. Kendati demikian, data tersebut masih belum bersifat final.
"Kondisinya masih bergerak. Kita masih membuka pendaftaran offline sampai sebelum batas waktu (cut-off) tanggal 31 Agustus. Terutama di desa-desa, banyak yang baru mendaftar saat sekolah mulai masuk," jelas Diana.
Hal senada diungkapkan oleh Daniel Imam Raharjo, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Sekolah Menengah Pertama.
Dari total alokasi anggaran SMP sekitar Rp 2 miliar, target sasaran menyentuh kisaran 8.104 siswa di luar madrasah. Mobilitas siswa yang pindah sekolah atau pondok pesantren membuat pendataan terus diperbarui hingga bulan Agustus.
Baca Juga: Meski Sendiri, Gilang Tetap Semangat Jalani Hari Pertama Sekolah di SDN Butuh Temanggung
Terkait spesifikasi, bantuan ini murni difokuskan pada setelan seragam nasional (merah-putih untuk SD, biru-putih untuk SMP) berbahan katun dan drill, tanpa menyertakan kerudung atau atribut tambahan. Bupati Faiz menegaskan, esensi dari program ini bukan sekadar bagi-bagi baju, melainkan memiliki dampak psikologis dan ekonomi yang terukur.
"Pertama, jelas untuk meringankan beban orang tua karena kebutuhan di tahun ajaran baru pasti banyak. Kedua, memastikan semua anak punya confidence (kepercayaan diri) yang sama dengan seragam yang baru. Jangan sampai ada anak yang merasa minder karena seragamnya sudah lusuh," tegas Faiz.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah, Kantor Kementerian Agama Batang, Luthfi Hakim menyebut bahwa jumlah total siswa baik MI maupun MTs mencapai 5.425 siswa. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 800 juta.
"Penerima seragam gratis sekolah di bawah naungan Kemenag kisaran 5.425 murid," ucapnya.
Dampak positif ini diakui langsung oleh pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Kandeman, Tikwo, yang sekolahnya menerima alokasi bantuan untuk 288 siswa menyebut, program ini disambut dengan antusiasme luar biasa.
"Bagi orang tua ini sangat berarti karena mereka tidak perlu lagi membeli seragam ke toko, langsung dapat dari bantuan Pak Bupati. Saat penyerahan di kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), anak-anak sangat bersyukur, bahagia, dan ini sangat memotivasi mental belajar mereka," pungkas Tikwo.(yan/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan