Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Hidden Gem di Kabupaten Batang, Sensasi Ngopi di Atas Awan Desa Tombo

Riyan Fadli • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:37 WIB
MEMANJANGKAN MATA: Suasana alam indah khas pegunungan yang ada di Sedawung Coffee.
MEMANJANGKAN MATA: Suasana alam indah khas pegunungan yang ada di Sedawung Coffee.

 

METROPEKALONGAN.COM. Batang – Bagi para traveler yang suka dengan alam pegunungan, ada satu hidden gem yang pantang untuk dilewatkan di Kabupaten Batang. Berada di kawasan puncak Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Sedawung Coffee hadir menawarkan oase ketenangan di tengah rimbunnya hutan pinus yang ada di puncak tertinggi.

Menjelang siang, kabut tipis yang perlahan turun berpadu dengan udara sejuk khas pegunungan seakan menyambut kedatangan pengunjung. Daya pikat utama kedai ini terletak pada desain semi-outdoor yang menyatu dengan alam.

Tempat ini menjadi sebuah destinasi wisata kuliner berkonsep hidden gem yang letaknya tak jauh dari dataran tinggi Dieng. Kedai ini tidak sekadar menawarkan minuman, tetapi sebuah pengalaman healing yang memanjakan mata dan menenangkan pikiran.

Begitu menginjakkan kaki di area outdoor dan semi-outdoor Sedawung Coffee, pengunjung langsung disambut dengan panorama alam tanpa batas. Sebuah meja bar panjang berdesain rustic dengan material kayu kokoh sengaja diposisikan di tepi tebing, menghadap langsung ke hamparan lembah dan perbukitan hijau yang megah. Jika cuaca cerah, lautan biru pun bisa terlihat.

Duduk di kursi kayu tingginya sambil bersandar pada pagar pembatas, pengunjung bisa menyeruput kopi hangat dengan suguhan pemandangan baris depan terbaik layaknya berada di atas awan.

Baca Juga: Warung Sate Biawak Legendaris di Batang, Berawal dari Pikulan, Kini Diburu Pecinta Kuliner Ekstrem Nusantara

Mujahidin, 21, salah seorang pegawai Sedawung Coffee menuturkan, kedai yang menyatu dengan rimbunnya hutan pinus ini sudah beroperasi sekitar satu setengah tahun. Menariknya, tempat ini sangat menjunjung tinggi kearifan lokal.

"Di sini ada kopi lokal semua, ada robusta, arabika, sama excelsa. Kita pakai kopi asli hasil perkebunan Desa Tombo," ungkap Mujahidin.

Lokasi yang tersembunyi di tengah rimbunnya pohon pinus ini memang sengaja dipilih. Tujuannya, memberikan oase ketenangan bagi mereka yang penat dengan hiruk-pikuk perkotaan. "Anak-anak sekarang kan suka tempat yang hidden gem. Makanya kita mencoba menghadirkan kedai kopi di tengah hutan pinus ini," imbuhnya.

Meski menyuguhkan view premium kelas atas dan udara pegunungan yang sejuk, Sedawung Coffee tetap ramah di kantong. Rata-rata hidangan di sana hanya butuh merogoh kocek Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per orang untuk bisa nongkrong estetik di tempat ini.

Tak heran, tiap akhir pekan, kedai ini selalu kebanjiran pengunjung dari berbagai daerah. Pesona Sedawung Coffee bahkan sukses memikat wisatawan lintas provinsi. Bambang, 65, wisatawan asal Bogor, mengaku sudah dua kali singgah ke tempat ini. Pria yang memimpin komunitas gowes ini memang sengaja menjadi "tim survei" untuk mencari referensi tempat istirahat estetik.

Baca Juga: UMKM Center Kedungwuni Nyaris Mangkrak Kini Jadi Magnet Kuliner Jadul

"Bagus. Saya sudah dua kali ke sini. Tempatnya menarik dan pemandangannya indah. Rencananya rombongan pesepeda dari Bogor akan singgah di kawasan Batang sini sebelum lanjut ke Dieng," tuturnya. 

Pengalaman mengesankan juga dirasakan Windi, 40, warga Kecamatan Bandar yang baru pertama kali berkunjung. Ia mengaku takjub dengan suasana alam yang masih sangat perawan. "Pemandangannya masih asri, indah. Tanpa tiket masuk sudah bisa menikmati wisata sebagus ini," kata Windi.(yan/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
hidden gem sedawung coffee tombo dieng bandar