Gereja Oikumene Siap Dibangun di KEK Industropolis Batang

Riyan Fadli • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:22 WIB
SINERGI: Kemenag Batang saat menggelar diskusi bersama perwakilan jemaat di Kantor Kemenag Batang.
SINERGI: Kemenag Batang saat menggelar diskusi bersama perwakilan jemaat di Kantor Kemenag Batang.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kemenag Batang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mematangkan rencana pendirian tempat ibadah di KEK Industropolis Batang. Salah satu upayanya adalah dengan memfasilitasi ruang diskusi bagi jemaat Kristen guna menyamakan pandangan terkait rencana pembangunan Gereja Oikumene.

Meski sempat muncul dinamika dan sedikit perbedaan pendapat terkait konsep pengelolaan, konsolidasi yang baik antar jemaat membuahkan hasil positif.  Belasan denominasi yang ada akhirnya bersepakat untuk mengelola tempat ibadah tersebut secara bersama di bawah naungan Gereja Oikumene.

Plt Kepala Kantor Kemenag Batang, Munif, menilai perbedaan pendapat dalam pembentukan kepengurusan tempat ibadah adalah hal yang wajar. Menurutnya, hal terpenting adalah bagaimana seluruh denominasi gereja di Batang dapat disatukan demi kebaikan pelayanan jemaat.

Diakuinya, keberagaman aliran di Kabupaten Batang merupakan sebuah kekayaan yang patut dirangkul dalam mengelola gereja di kawasan industri raksasa tersebut.

“Di Batang ada 15 denominasi, Jawa Tengah 40 denominasi dan nasional 330 denominasi. Khusus di KEK nantinya, akan diciptakan suasana mini moderasi, ada masjid, gereja Katolik dan Kristen, vihara, kelenteng dan pura agar kebutuhan rohaninya terpenuhi di sana,” katanya.

Baca Juga: Bupati Batang Hapus Tradisi Proyek Numpuk Akhir Tahun, Tekan SILPA APBD

Sementara itu, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Jateng, Siswo Martono, bersama perwakilan Persekutuan Umat Kristen Kabupaten Batang (PUKKB) akan menggelar diskusi lanjutan dengan pimpinan KEK Industropolis. Langkah ini krusial untuk menentukan pihak pengelola resmi gereja di kawasan tersebut.

“Pengurusnya nanti akan ditentukan oleh PUKKB, yang bisa mewakili tiap denominasi atau aliran ajaran, semoga setelah dibangun umat Kristen makin terpelihara imannya saat menjalankan pekerjaannya di KEK,” harapnya.

Menyinggung soal fisik bangunan Gereja Kristen di KEK Batang, Siswo menyebut prosesnya masih dalam tahap perencanaan, baik dari segi luasan lahan maupun daya tampung jemaat. “Kami masih menunggu anggaran dari pusat, baru segera dibangun, namun untuk pelayanan jemaat saat ini pun sudah terlaksana,” jelasnya.

 

Ketua PUKKB sekaligus Gembala Jemaat Gereja Isa Al-Masih Subah, Pendeta Stevanus Yadi, mendesak pihak terkait agar segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengelolaan Gereja Oikumene atas nama PUKKB yang telah berbadan hukum. Hal ini penting untuk mencegah monopoli SK oleh satu denominasi saja, mengingat banyaknya aliran di Batang.

“Di Batang ada tujuh denominasi, di antaranya Gereja Isa Al-Masih, Gereja Kristen Injili Indonesia, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Sidang Jemaat Allah, Gereja Betle Maranatha, Gereja Pantekosta di Indonesia dan Gereja Kristen Jawa,” terangnya.

Untuk pelaksanaan ibadah, PUKKB akan terus berkoordinasi dengan seluruh denominasi guna menyepakati liturgi bersama. Diharapkan, kehadiran gereja ini mampu memberikan pembinaan rohani yang maksimal bagi sekitar 400 jemaat yang bernaung sebagai karyawan KEK.

Baca Juga: Menikmati Senja di Taman Tematik KEK Industropolis Batang: Nongkrong Asyik Berlatar Laut, Pelabuhan, dan Kereta Api

Ketua FKUB Batang, Subkhi, menambahkan bahwa kehadiran Gereja Oikumene akan melengkapi fasilitas kerohanian yang membentuk karakter positif para pekerja KEK. Lebih dari itu, keberadaan enam tempat ibadah yang berdampingan di kawasan tersebut menyimpan potensi besar sebagai ikon destinasi wisata religi baru di Kabupaten Batang.

“Ini satu-satunya kawasan industri dengan berbagai tempat ibadah yang letaknya langsung berhadapan di jalur tol maupun stasiun nantinya. Jadi bisa dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat saat libur hari raya masing-masing umat beragama, sekaligus berwisata religi di KEK Industropolis,” ujar dia.

Sebagai informasi, saat ini fasilitas yang telah rampung dan langsung dimanfaatkan adalah Masjid An-Nahl, sedangkan pembangunan Pura masih dalam proses pengerjaan. “Ada pula nantinya Gereja Katolik yang akan dilengkapi Taman Doa, ada Vihara, Kelenteng dan Gereja Kristen dengan luas lahan 1.000 - 2.000 m², untuk tiap tempat ibadah,” tandasnya.(yan/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
KEK Industropolis Batang Kemenag Batang gereja KITB tempat ibadah