METROPEKALONGAN.COM, Batang– Fenomena penggunaan gawai yang berlebihan di kalangan anak sekolah mulai membawa dampak kesehatan yang serius. Berdasarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Batang, sebanyak 1.300 pelajar terindikasi mengalami gangguan tajam penglihatan atau mata minus.
Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Isnaeni Oktavia, membeberkan temuan tersebut. Angka ini merupakan hasil dari pemeriksaan tajam penglihatan yang masif dilakukan sejak Januari hingga November.
Diketahui, dari total target sasaran sebanyak 48.236 pelajar, Dinkes telah berhasil melakukan skrining terhadap 43.058 siswa (89,27 persen). Dari proses skrining tersebut, sebanyak 41.758 pelajar (96,98 persen) tercatat memiliki penglihatan normal. Namun, angka 1.300 pelajar (3,02 persen) yang terdeteksi mengalami mata minus menjadi peringatan penting bagi para orang tua dan tenaga pendidik.
Isnaeni mengungkapkan, salah satu pemicu utama tingginya temuan gangguan penglihatan pada usia sekolah ini adalah durasi penggunaan gadget yang tak terkendali. Selain gaya hidup digital, faktor riwayat kesehatan keluarga juga turut menyumbang angka temuan tersebut.
“Sebagian besar karena gadget, tetapi ada juga yang memang faktor keturunan. Misalnya dalam satu keluarga hampir semuanya menggunakan kacamata,” ujar Isnaeni.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Dinkes Batang mengimbau agar pelajar yang terindikasi mata minus tidak dibiarkan begitu saja. Mereka diarahkan untuk segera melakukan pemeriksaan lanjutan. Prosedurnya cukup mudah, pelajar bersama orang tua dapat mendatangi Puskesmas terdekat terlebih dahulu guna mendapatkan surat rujukan ke poli mata di rumah sakit rujukan.
“Kalau punya BPJS bisa digunakan untuk mendapatkan kacamata gratis sesuai prosedur pemeriksaan,” jelasnya.(yan/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan