Lahan Diratakan, Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Masuk Tahap Readiness Criteria

Riyan Fadli • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:41 WIB
SEKOLAH RAKYAT: Kondisi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah.
SEKOLAH RAKYAT: Kondisi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Rencana pendirian Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah, saat ini memasuki tahapan pemenuhan dokumen Readiness Criteria (kriteria kesiapan) sebagai syarat utama pembangunan fisik telah memasuki tahap akhir.

Kepala Dinsos Kabupaten Batang, Willopo, membeberkan bahwa sebagian besar dokumen persyaratan telah rampung. Pihaknya kini tengah fokus menyelesaikan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Pemenuhan dokumen Readiness Criteria Sekolah Rakyat sudah hampir selesai. Tinggal Andalalin dan AMDAL. Untuk Andalalin sudah ada SPK dan SPMK, sehingga proses penyusunannya sudah berjalan. Harapannya pada akhir Agustus dokumen Andalalin bisa selesai,” katanya.

Terkait dokumen AMDAL, Willopo menjelaskan bahwa prosesnya juga terus berprogres dan telah melalui dua kali tahapan reviu. Pihaknya berharap dokumen tersebut bisa segera masuk proses lelang sehingga seluruh persyaratan dari pusat bisa terpenuhi 100 persen.

Tak hanya urusan administrasi di atas kertas, kesiapan di lapangan juga terus dikebut. Bangunan lama yang berada di lokasi telah dibongkar habis.

“Selain penyelesaian dokumen administrasi, kesiapan lahan pembangunan juga terus dimatangkan. Bangunan yang sebelumnya berada di lokasi telah dibongkar dan lahan kini sudah diratakan sebagai persiapan pembangunan fisik. Lokasinya sudah diratakan. Insyaallah lahannya sudah siap, tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Jateng Ingin Sekolah Rakyat Punya Fasilitas Terbaik, Dibuka Pada 31 Juli 2026

Lebih lanjut, Pemkab Batang terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), baik di tingkat pusat maupun Balai Pelaksana di Semarang untuk mengawal jalannya proyek ini. Willopo sangat optimistis groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Sekolah Rakyat bisa dieksekusi tahun ini. 

"Kami terus berkoordinasi dengan kementerian. Tinggal menunggu proses dari pusat. Insyaallah, bismillah, tahun ini pembangunan Sekolah Rakyat di Batang dapat dimulai," tegasnya.

Kehadiran sekolah ini diharapkan membawa angin segar bagi dunia pendidikan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Batang. “Pemkab Batang berharap, kehadiran Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujar dia.(yandit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Sekolah Rakyat sekolah rakyat kabupaten batang Kabupaten Batang pembangunan