METROPEKALOGAN.COM, Batang – Komisi II DPRD Kabupaten Batang melakukan peninjauan langsung terhadap progres perataan tanah (cut and fill) di lahan eks UPTD Balai Benih Pertanian Clapar, Desa Clapar, Kecamatan Subah. Kunjungan kerja ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan yang akan segera disulap menjadi kawasan Sekolah Rakyat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Batang, Slamet Supriyadi, mengapresiasi progres penyiapan lahan yang dinilai berjalan cepat dan sesuai target pengawasan dewan.
"Sesuai tupoksi kami di bidang pengawasan, progres cut and fill untuk persiapan Sekolah Rakyat ini sudah sangat bagus. Dari total luasan, 5 hektar difokuskan untuk area sekolah, dan kami juga menyediakan lahan tambahan seluas 8 hektar yang include di kawasan ini untuk rencana pembangunan lapangan sepak bola," terang Slamet di sela-sela kunjungannya, Kamis (23/7/2026).
Di tempat yang sama, Kepala Dinsos Kabupaten Batang, Willopo, menegaskan bahwa tahap pematangan lahan secara operasional telah mencapai 99 persen dan ditargetkan rampung pada akhir pekan.
"Alhamdulillah, progres cut and fill sudah 99 persen dan ditarget selesai hari Sabtu ini (25 Juli 2026). Selanjutnya kami segera melaporkan kesiapan lahan ini ke Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR. Untuk dokumen persyaratan pendukung atau Readiness Criteria juga sudah komplit seluruhnya," jelas Willopo.
Terkait perizinan lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Willopo memastikan prosesnya terus berjalan paralel seiring dengan persiapan fisik.
"Andalalin sudah terbit SPK dan SPMK, sementara Amdal sudah kita review dan revisi, mudah-mudahan sebentar lagi bisa masuk lelang. Berdasarkan informasi dari kementerian pusat, Batang masuk dalam Tahap 3 Batch 1, sehingga insyaallah pembangunan gedung Sekolah Rakyat akan dieksekusi tahun ini," tegasnya.
Baca Juga: Lahan Diratakan, Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Masuk Tahap Readiness Criteria
Kehadiran Sekolah Rakyat ini nantinya akan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Perekrutan siswa akan menerapkan sistem penjangkauan yang terintegrasi penuh dengan basis data aplikasi 'Setara' milik Kementerian Sosial RI.
"Syarat utamanya adalah calon siswa berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 di aplikasi Setara," papar Willopo.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk proaktif jika menemukan warga miskin yang layak namun belum terdata. "Bila ada anak di wilayah Kecamatan Subah atau daerah lain di Kabupaten Batang yang secara riil masuk kriteria desil 1 atau 2 namun datanya meleset atau belum masuk aplikasi, silakan mulai dari sekarang hubungi Pendamping Sosial atau pihak desa. Lakukan pengusulan perubahan desil agar nantinya anak tersebut bisa terekrut," pesannya.
Meski dilakukan perataan lahan secara masif di eks balai benih tersebut, Pemkab Batang memastikan aspek kelestarian lingkungan tetap terjaga. Pepohonan dan tanaman di lokasi proyek tidak dimusnahkan.
"Pohon-pohon yang memang perlu dilestarikan sudah dipindahkan dengan aman. Berdasarkan informasi dari Baperlitbang, tanaman tersebut direlokasi ke kawasan BPP Pandansari dan sebagian ke wilayah Desa Pasekaran," pungkas Willopo.
Dengan matangnya persiapan lahan dan dukungan penuh dari DPRD, warga Kabupaten Batang kini tinggal menanti berdirinya Sekolah Rakyat yang diharapkan mampu mendongkrak akses dan kualitas pendidikan daerah.(yan/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan