METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Batang dan para pencinta olahraga. Tak lama lagi, Stadion Moh Sarengat akan memiliki fasilitas lari yang kemegahannya setara dengan Stadion Jatidiri Semarang.
Saat ini, Pemkab Batang tengah mengebut proyek strategis pembangunan jogging track berstandar nasional di stadion kebanggaan warga tersebut. Sentuhan modernisasi ini diproyeksikan menjadi magnet baru ruang publik, sekaligus kawah candradimuka bagi lahirnya atlet-atlet atletik berprestasi dari Batang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang, Endro Suryono, mengungkapkan bahwa proyek senilai miliaran rupiah ini terus menunjukkan progres positif.
“Pengerjaan jogging track Stadion Moh Sarengat dilanjutkan mulai 15 Juni 2026 dengan nilai kontrak Rp9,26 miliar. Saat ini pekerjaan memasuki tahap penyelesaian lapisan atas lintasan,” ucapnya.
Fasilitas baru ini tidak digarap sembarangan. DPUPR Batang memastikan spesifikasinya siap untuk memfasilitasi kompetisi tingkat tinggi. “Lintasan yang dibangun mengacu pada standar nasional dengan spesifikasi serupa jogging track di Stadion Jatidiri Semarang. Nantinya lintasan tersebut memiliki delapan jalur lari sehingga mampu mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga, mulai dari latihan hingga kompetisi atletik,” jelasnya.
Dengan hadirnya delapan lintasan berstandar nasional, para atlet lari di Kabupaten Batang tak perlu lagi repot berlatih ke luar daerah. Menjawab tingginya antusiasme masyarakat, DPUPR menargetkan proyek ini bisa segera dinikmati warga pada kuartal terakhir 2026.
“Berdasarkan jadwal pelaksanaan, pembangunan ditargetkan selesai pada 12 Oktober 2026 sehingga setelah seluruh pekerjaan rampung fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Kami optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai target, yakni pada 12 Oktober 2026, sehingga masyarakat dapat segera menikmati fasilitas olahraga yang lebih baik,” terangnya.
Wajah baru stadion ini diharapkan semakin menggenjot tren gaya hidup sehat di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga daerah.
“Nantinya jogging track ini akan menjadi salah satu fasilitas olahraga terbaik yang dimiliki Kabupaten Batang. Kami berharap masyarakat semakin semangat berolahraga karena tersedia lintasan yang nyaman dan memenuhi standar. Selain mendorong budaya hidup sehat, pembangunan fasilitas olahraga juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan atlet daerah,” tegas Endro.
Ke depan, Endro menegaskan akan ada aturan ketat bagi masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas jogging track bernilai miliaran rupiah ini demi menjaga kualitas material rubber.
“Ada pembatasan spek alas kaki untuk lari. Masyarakat wajib pakai sepatu olahraga dengan sol karet. Tidak boleh pakai sepatu kantoran, dan dipastikan nyeker (telanjang kaki) juga tidak boleh. Kami pastikan aturan itu berjalan,” ujarnya.
Melalui infrastruktur yang mumpuni, Pemkab Batang optimistis ke depannya akan lahir generasi muda yang aktif dan berprestasi dari lintasan ini. “Kami berharap, fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi wadah pembinaan sehingga ke depan muncul bibit-bibit atlet lari yang mampu berprestasi membawa nama Kabupaten Batang,” pungkasnya.(yan/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan