Terapkan ESG, KEK Industropolis Batang Sukses Sabet Anugerah Adi Hijau 2026

Riyan Fadli • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:17 WIB
PRESTASI: KEK Industropolis Batang saat menerima Predikat Anugerah Adi Hijau pada ajang Jateng Green Industry Summit 2026.
PRESTASI: KEK Industropolis Batang saat menerima Predikat Anugerah Adi Hijau pada ajang Jateng Green Industry Summit 2026.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Komitmen kuat KEK Industropolis Batang dalam mewujudkan kawasan industri hijau dan berkelanjutan berbuah manis.

Kawasan strategis ini sukses meraih Predikat Anugerah Adi Hijau, sebuah penghargaan tertinggi dalam ajang Jateng Green Industry Summit 2026: Collaborating, Awarding & Signing.

Penghargaan bergengsi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah yang diserahkan pada 23 Juli 2026 ini, menjadi bukti pengakuan atas penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terintegrasi di KEK Industropolis Batang. Tujuannya jelas: menciptakan kawasan industri berdaya saing global yang ramah lingkungan.

Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, menjelaskan bahwa transformasi menuju industri hijau tidak lahir dari program instan.

Hal ini dibangun melalui pengembangan ekosistem kawasan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan.

“Kami meyakini bahwa industri hijau tidak cukup hanya menjadi komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui implementasi yang nyata. Karena itu, kami mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung terciptanya kawasan industri berkelanjutan,” katanya, Senin (26/7/2026).

Baca Juga: Libatkan Generasi Muda, Jateng Percepat Transformasi Industri Hijau

Untuk mewujudkan hal tersebut, sejumlah langkah strategis telah digenjot. Mulai dari penyusunan regulasi kawasan (estate regulation) yang pro-keberlanjutan, pengembangan dry port untuk efisiensi logistik dan menekan emisi karbon, pemanfaatan energi terbarukan melalui panel surya, hingga penguatan sistem pengelolaan limbah dan program blue carbon.

Selain itu, KEK Industropolis Batang juga mendorong hadirnya tenant yang bergerak di sektor energi hijau agar tercipta ekosistem industri yang saling mendukung dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan tata kelola ESG yang terintegrasi ke dalam seluruh proses bisnis perusahaan. 

"Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pembentukan struktur dan fungsi ESG, penyusunan ESG Roadmap, pelaksanaan ESG Self Assessment, penerbitan Sustainability Report, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi ESG,” jelasnya.

Langkah KEK Industropolis Batang tidak berhenti di situ. Perusahaan juga telah melakukan pengukuran emisi gas rumah kaca pada Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 sebagai landasan strategi dekarbonisasi.

Ke depannya, implementasi industri hijau akan terus diperkuat melalui Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, asesmen ESG independen, serta kolaborasi pentahelix dengan pemerintah, tenant, akademisi, dan pemangku kepentingan.

Baca Juga: DLH Kota Pekalongan Optimalkan Bank Sampah Rintisan, Warga dan Sekolah Diajak Menabung Sampah Anorganik

Pencapaian Anugerah Adi Hijau 2026 ini diakui Tanya tidak lepas dari kerja keras dan sinergi tim di internal perusahaan.

“Keberhasilan tersebut, merupakan hasil sinergi Tim Sustainability KEK Industropolis Batang yang melibatkan Divisi Risk Management & Sustainability, Operation, IT & Services, Utilitas, Marketing, hingga Corporate Secretary.

Kolaborasi lintas divisi itu memastikan prinsip keberlanjutan diterapkan secara konsisten dalam setiap tahapan pengembangan kawasan,” terangnya.

Sebagai informasi, KEK Industropolis Batang saat ini berdiri di atas lahan seluas 4.300 hektare dan telah menjadi "rumah" bagi 96 tenant. Rinciannya meliputi 41 tenant industri, 38 tenant komersial, dan 17 tenant Badan Pengelola Sarana Pendukung (BPSP).

Hingga pertengahan 2026, KEK Industropolis Batang mencatatkan performa gemilang dengan raihan investasi mencapai Rp23 triliun, luas lahan tersewa 442,2 hektare, serta sukses menyerap hingga 26.871 tenaga kerja.

“Capaian tersebut semakin memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan strategis nasional yang tidak hanya berperan dalam mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi model pengembangan kawasan industri yang mengedepankan prinsip keberlanjutan,” ujar dia.(yan/dit)

 

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
green industri jawa tengah KITB Industri Hijau batang