Muara Sambong Kritis Akibat Pendangkalan, DPRD Batang Dorong Pembelian Kapal Keruk Baru

Riyan Fadli • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:41 WIB
PENDANGKALAN: Kondisi area muara sungai Sambong yang dipenuhi kapal nelayan.
PENDANGKALAN: Kondisi area muara sungai Sambong yang dipenuhi kapal nelayan.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Masalah pendangkalan di muara alur Sungai Sambong, Kabupaten Batang, semakin mengkhawatirkan dan membuat banyak nelayan terpaksa menelan pil pahit karena tidak bisa melaut.

Merespons kondisi kritis ini, DPRD Kabupaten Batang mendesak Pemkab Batang agar segera merealisasikan pembelian alat berat berupa kapal keruk (kapal ponton) baru pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Batang, Nur Untung Slamet, mengungkapkan bahwa kondisi muara saat ini sangat menyulitkan mobilitas kapal nelayan.

Meskipun cuaca dan gelombang laut sudah mulai membaik, nelayan tetap tidak bisa mencari ikan karena akses keluar-masuk muara terhalang sedimentasi yang parah.

Baca Juga: Ada Pelanggaran Standar Gizi dan Sanitas, Sudaryono Tutup Permanen Ratusan Dapur MBG

"Kemarin banyak nelayan yang mengeluh. Karena gelombang sudah mulai bagus, tapi muara masih dangkal. Sehingga banyak yang akhirnya terpaksa menganggur di rumah," ujar Untung yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Batang, Selasa (28/7/2026)

Menurut legislator dari Dapil 1 Batang ini, pola pendangkalan di muara Sambong mengalami perubahan yang signifikan akibat berbagai faktor.

Jika dulu dorongan air dari hulu (selatan) sangat deras sehingga pasir menumpuk di luar muara, kini kondisinya justru terbalik. Kecepatan air dari sungai semakin melemah, salah satunya terhambat oleh menjamurnya bangkai-bangkai kapal yang disandarkan di tepi sungai.

"Sekarang karena air sampai dekat muara kecepatannya tidak begitu deras, dorongannya dari selatan tidak begitu kuat. Akibatnya, gelombang laut justru membawa pasir masuk ke dalam muara. Sedimen lumpur di alur sungai juga menumpuk semakin tinggi," jelasnya.

 

Untuk menormalisasi jalur pencaharian para nelayan, Untung menegaskan bahwa penanganan pendangkalan ini mutlak membutuhkan armada alat berat baru.

Pasalnya, kapal pengeruk (cakruk) milik Dinas Perikanan Kabupaten Batang yang biasa diandalkan saat ini sudah masuk kategori uzur dan sangat tidak layak operasi.

"Sementara kapal cakruk yang dimiliki Dinas Perikanan sudah pada tua, keropos terutama di bagian papan-papannya. Saya lihat sendiri saat operasional di eks alur Sambong lama sebelah utara rumah saya, kondisinya sudah sangat memprihatinkan, nelayan yang operasional juga bilang kalau kapalnya sudah remuk dan kurang layak," tegasnya.

Oleh karena itu, Untung mewanti-wanti Pemkab Batang untuk tidak menunda lagi pengadaan kapal keruk baru pada APBD Perubahan 2026.

Alat berat ini dinilai sangat vital untuk persiapan menghadapi cuaca ekstrem di puncak musim penghujan mendatang.

"Saya mohon dengan sangat agar direalisasikan pada perubahan anggaran 2026. Karena nanti Desember hingga Januari 2027 itu kan sudah mulai hujan terus-terusan. Air bah dari selatan berkali-kali turun, otomatis sedimen menumpuk dengan cepat. Kalau kapal keruk baru sudah siap di 2027, bisa langsung digunakan untuk mengatasi dangkalnya muara alur Sungai Sambong," tandasnya.(yan/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
muara laut muara sungai sambong sungai sambong Muara batang