METROPEKALONGAN.COM, Batang - Derasnya arus investasi yang masuk ke Kabupaten Batang sukses membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Pemkab Batang pun kini berinovasi memangkas birokrasi melalui peluncuran aplikasi Batang Investa untuk mengamankan investasi yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Kehadiran para penanam modal di Kabupaten Batang terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara pesat sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, membeberkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Batang year-on-year sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat impresif. "Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang year-on-year pada tahun 2025 kemarin, di kuartal keempat ditutup dengan angka di atas 8 persen, tetapi secara keseluruhan year-on-year pada tahun 2025 di angka 7,79 persen," papar Faiz di hadapan para pemangku kepentingan saat peluncuran aplikasi Batang Investa di Pendopo Kantor Bupati Batang, Rabu 29 Juli 2026.
Pencapaian gemilang ini, kata Faiz, tak terlepas dari kepercayaan para investor kepada Pemkab Batang. Menurutnya, investasi tidak sekadar menggerakkan angka statistik, tetapi juga memberikan jaminan kesejahteraan yang lebih pasti bagi warga.
"Hadirnya investasi di Kabupaten Batang menjadi angin segar untuk tumbuhnya perekonomian yang semula tidak punya pekerjaan menjadi punya pekerjaan. Yang semula informal bisa menjadi formal dengan jaminan kepastian gaji, dengan jaminan kepastian kesehatan, dengan jaminan kepastian keselamatan kerja," lanjutnya.
Baca Juga: Batang Terang 2027, Bupati M. Faiz Kurniawan Jajaki Investor Rp153 Miliar untuk Proyek KPBU APJU
Efek domino dari geliat investasi di Batang merembet ke berbagai sektor vital. Pada semester I tahun 2026 saja, realisasi investasi telah menembus angka Rp6,1 triliun yang mayoritas berpusat di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Batang Industrial Park, serta sejumlah aglomerasi industri lainnya.
Tak hanya itu, kinerja perdagangan luar negeri Kabupaten Batang juga melonjak drastis. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor mencatatkan angka 378,24 juta Dolar AS, atau meroket tajam 153,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini sejalan dengan perubahan status Batang dari sekadar daerah perlintasan menjadi kota tujuan. Melalui penambahan rute kereta api, jumlah penumpang yang turun di Stasiun Batang meningkat 41 persen menjadi 49.000 orang. Sektor pariwisata, pajak restoran, hingga jasa hiburan pun turut merasakan manisnya dampak tersebut.
Di sektor ketenagakerjaan, program 'Daker' sukses menyalurkan 8.200 tenaga kerja. Langkah ini berhasil memangkas angka pengangguran terbuka sekitar 2.500 orang, menjadikan Batang sebagai daerah dengan tingkat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Jawa Tengah.
Guna menjaga tren positif dan memperluas kawasan industri baru, Pemkab Batang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi meluncurkan platform digital Batang Investa. Langkah strategis ini diambil untuk memangkas birokrasi perizinan dan meminimalisasi risiko sengketa tata ruang yang kerap dikeluhkan calon investor.
"Banyak juga investor yang datang ke Kabupaten Batang sudah terlanjur beli tanah, ternyata setelah diurus perizinannya enggak bisa diberikan izin. Kenapa? Karena tanahnya di Lahan Baku Sawah. Nah, kami berharap dengan Batang Investa ini, sejak orang mau berinvestasi di Kabupaten Batang, dia sudah tergambarkan area-area mana saja yang dibolehkan untuk dibangun industri," tegas Faiz.
Baca Juga: Terapkan ESG, KEK Industropolis Batang Sukses Sabet Anugerah Adi Hijau 2026
Ke depan, Pemkab Batang menargetkan penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di seluruh kecamatan pada 2027 melalui dukungan World Bank. Harapannya, pengurusan perizinan seperti Kesesuaian Rencana Kota (KRK) bisa diproses otomatis secara digital tanpa perlu tatap muka.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang, Margo Santosa, menjelaskan bahwa aplikasi Batang Investa dirancang khusus sebagai sarana transformasi digitalisasi layanan publik yang mengintegrasikan seluruh data investasi di Batang.
"Harapannya adalah akan memberikan informasi dan data semua investasi/investor yang ada di Kabupaten Batang, ketika ada investor masuk, mereka tidak perlu ke kantor kami. Mereka cukup membuka Batang Investa ini, nanti semua informasi terkait dengan investasi sudah ada di situ," pungkas Margo. (yan/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan