METROPEKALONGAN.COM, Batang – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tampil kalem saat meresmikan akad massal calon penerima Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Acara yang menjadi pusat pelaksanaan tingkat nasional ini digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan akbar ini diselenggarakan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta bekerja sama dengan puluhan bank penyalur.
Di lokasi acara, sebanyak 200 debitur hadir secara langsung, yang terdiri dari 200 debitur FLPP rumah subsidi dan 200 debitur KUR Perumahan. Sementara itu, sekitar 61,8 ribu peserta lainnya mengikuti prosesi secara daring yang tersebar di lebih dari 100 titik di 36 provinsi.
"Saya merasa bangga dan bahagia bahwa kita, sebagai pemerintah, dapat memberikan kebahagiaan kepada 62.000 keluarga warga negara kita," ujar Prabowo.
Selama kurang lebih 15 menit awal, orang nomor satu di Indonesia itu tampak tenang dan terpaku dengan teks pidato yang telah disiapkan.
Baca Juga: Komitmen Pemkab Pekalongan Soal Program FLPP Jateng: Percepat Proses Perizinan
Selesai membacakan teks, ia bahkan sempat menunjukkan kertas sambutannya kepada para peserta sambil tersenyum.
Namun, tak lama berselang, intonasi suara Prabowo kembali meninggi saat memberikan tambahan pidato tanpa teks.
Ia membakar semangat para peserta dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan rumah layak huni bagi rakyat, sekaligus menyoroti krisis global.
"Krisis dunia nyata. Perang itu sangat berbahaya dan dahsyat. Untuk itu kita harus kompak, lebih efisien, lebih hemat, dan teliti. Kita harus tekan semua kebocoran." tegas Prabowo di hadapan ribuan peserta daring dan luring.
Prabowo juga menginstruksikan jajarannya untuk terus berinovasi dan tidak malu belajar dari negara lain, seperti India yang sukses membangun jutaan rumah dalam waktu singkat.
Menariknya, dalam kesempatan itu ia juga menyelipkan pesan merakyat kepada para kepala daerah.
"Kalau saya datang, tidak perlu rakyat dikerahkan untuk menyambut saya di panas terik. Santai saja. Yang penting kita bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat," ucapnya yang disambut riuh tepuk tangan.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait dalam laporannya menyampaikan berbagai gebrakan dan kebijakan "karpet merah" yang telah disetujui Presiden bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ara menyebutkan, sinergi Indonesia Incorporated telah menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp 6,9 triliun dari program ini, yang melibatkan ribuan toko bangunan, pengembang, dan kontraktor.
Baca Juga: Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Segera Tata ASN 'Dibuang'
Ia juga memuji Provinsi Jawa Tengah yang berhasil menduduki peringkat pertama nasional dalam penyerapan program ini.
Diantaranya, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 5% dan PPN DTP menjadi gratis bagi rakyat. Suku bunga cicilan fixed (tetap) di angka 5% (jauh di bawah BI Rate 5,75%) dengan DP hanya 1% yang sudah mencakup asuransi pelindungan keluarga.
Jangka waktu cicilan kini bisa diperpanjang hingga 40 tahun untuk meringankan beban bulanan, dengan opsi pilihan 20, 25, atau 35 tahun sesuai kemampuan.
Mengutamakan kelestarian lingkungan, setiap rumah subsidi yang dibangun wajib ditanami minimal satu pohon. Serta, kuota pembiayaan rumah naik signifikan dari Rp 36 Triliun menjadi Rp 50 Triliun.
"Ini wujud nyata Pasal 33 Konstitusi kita. Pengembang tidak jualan gambar, rumahnya harus dibangun dulu, baru dijual. Dan semuanya kita arahkan untuk kepentingan rakyat kecil," beber politisi yang akrab disapa Bang Ara tersebut.(yan/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan